Merasa di Rugikan, Paguyuban Agen Bus AKAP Ngadu ke DPRD - klakon.com

HEADLINE:

Selasa, 11 April 2017

Merasa di Rugikan, Paguyuban Agen Bus AKAP Ngadu ke DPRD

[caption id="attachment_340" align="alignnone" width="600"] Paguyuban Agen Bus AKAP Bisma Manunggal Sedang Berorasi di Halaman Gedung DPRD Klaten[/caption]

KLAKON.com – Merasa dirugikan, mayarakat yang tergabung dalam paguyuban agen penjual tiket Bus “Bisma Manunggal” mengadu dan menyampaikan keluhannya terkait arogansi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten dalam menerapkan peraturan yang dijalankan, di jajaran Komisi III DPRD Klaten.

Dalam tanggapannya, Wiyanto selaku sekretaris komisi III saat menerima audiensi paguyuban agen dan penjual tiket bus “ Bisma Manunggal” di ruang komisi III pada Selasa (3/4) mengungkapkan, bahwa terkait dengan surat edaran dari kementrian perhubungan perlu diambil jalan tenggah agar semua dapat bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Wiyanto anggota DPRD dari Fraksi PAN, mengungkapkan saat menyimak dari beberapa keluhan yang disampaikan oleh anggota “Bisma Manunggal” menangkap beberapa hal yang perlu digaris bawahi terkait dengan penerpan peraturan tersebut.

“Ada pun hal itu antara lain, kurangnya sosialisasi  surat Dirjen Perhubangan darat, mohon kepada perwakilan dari Dishub Klaten untuk disampaikan kepada kepala dinas agar diadakan sosialisasi dengan sebaik-baiknya”papar Wiyanto.

Lebih lanjut, kata  Wiyanto terkait dengan solusi dirinya  menangkap adanya keinginan dari anggota paguyuban untuk itu perlu di buatkan sub-sub terminal yang mana akan lebih memudahkan agen bus dalam melayani pengguna jasa. Namun hal tersebut perlu dipelajari lebih lanjut tentang peraturannya oleh Dishub apakah di perbolehkan, dan di harapkan pihak Dishub mengkonsultasikan ke pusat sehingga ada solusi terbaik yang dapat di ambil.

Untuk tindakan arogansi petugas Dishub dalam menertibkan serta menjalankan tugas, menurutnya hal itu mungkin sudah berdasarkan SOP,  Dan Dishub bisa melakukan pembinaan kepada petugas yang diadukan oleh anggota paguyuban agen penjual tiket bus. “Tolong kepada Dishub untuk mengkonsultasikan hal tersebut ke pusat”tandasnya.

Seperti yang diberitakan, puluhan agen penjual tiket bus AKAP yang tergabung dalam paguyuban “Bisma Manunggal” mendatangi gedung dewan untuk melakukan audiensi terkait sikap arogansi petugas dalam menjalankan tugas untuk penertiban bus AKAP yang diharuskan menaikan dan menurunkan penumpang di dalam terminal. (Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar