Penak’e Sak Klentheng Wirange Sak Luweng - klakon.com

HEADLINE:

Selasa, 11 April 2017

Penak’e Sak Klentheng Wirange Sak Luweng

[caption id="attachment_343" align="alignnone" width="600"] gambar ilustrasi. sumber: http://equator.co.id/istri-cantik-selingkuh-sama-kakak-dan-adik-suami/ilustrasi-selingkuh-3/[/caption]

KLAKON.com - Amit-amit jabang baby, anak putu ojo tiru-tiru. Setidaknya demikian bunyi doa berharap atau sumpah serapah, agar terhindar dari perbuatan yang tidak patut dianut ini. Betapa tidak, tokoh panutan warga sekitar yang didepan namanya sudah ada embel-embel huruf Ha, ini, sudah bertindak melenceng dari khaidah kebaikan, berbuat serong bermain petak umpet, bobok tumpuk dengan perempuan tetangga sebelah. Parahnya, perbuatan super hangisin-isini bin ora memper ini dilakukan di rumah perempuan yang ada suaminya.

Mau tau cerita kisah selanjutnya tentang sepak terjangnya  yang masuk nominasi super kewirangan di jagad Aeng-aeng, ini.

Adalah Ha Tolkijo tokoh panutan dan terpakai di erte sebalah, warga  Indonesia Klaten bagian Kalikotes ini, akibat tindakan sembrono bin kewanen menggelar acara tujuh belas tahun keatas di rumah sepianya, Yu Tolkiyem.

Seperti malam-malam biasanya, Tolkijo bersama empat orang tetangganya sedang melakukan tugas rutin ronda kampung. Setelah mubeng di Lingkungan Perumahan  tempat tinggalnya sambil membunyikan kentongan, pertanda hari sudah larut malam. Setelah selesai, seperti biasanya juga, untuk membunuh sepi, kelompok ronda ini, menggelar permainan dolanan remi, dengan taruhan nraktir ngasut kartu atau udu jepitan kuping.

Kocap kacarito, baru beberapa saat permainan remi kasutan dimulai, tiba-tiba Tolkijo, berlagak ngantuk’e puol, kemudian minta ijin pamit kepada teman rondanya. “Wah mripate wis gari setengah watt, aku ijin pulang Kang,monggo kabeh wae,” kata Tolkijo waktu itu.

Badalaa... Tapi apa yang terjadi, jebule Tolkijo bukannya pulang kerumah, tetapi malah ngglibet masuk ke bilik Yu Tolkiyem Dimana dirumah itu yang didepannya yang barusan untuk pos ronda Tolkijo and his genk.

Kang Sontoloyo yang tak lain adalah suami resmi Yu Tolkiyem, yang saat itu juga ikut ronda, mendadak blingsatan gak enak pikiran, bawaannya hanya pengin masuk rumah saja. Dan….Badalllaaahhh…, cetar, membahana, krompyang, grubyuukk, krusekk…. Tiba-tiba Kang Sontoloyo, melihat dengan mata melotot, istrinya Yu Cempluk sedang olah raga Push Up dengan beban tubuh Ha Tolkijo.

We,ladalllaaah…Saat itu juga Kang Sontoloyo seketika gedrug-gedruk mbingungi. Coba, bayangpun....dipersilahkan untuk berimajinasi sendiri-sendiri, piye rasane yen ono peristiwa kayak kiyek... Kemudian tanpa menunggu komando, Tolkijo mbradat lapor pak erte, agar mau  mengadili perbuatan masif cenderung tidak menyenangkan yang diperagakan Tolkijo, antara lain, ngrusak pagar ayu, pagar makan tanaman milik tonggone.

Singkat cerita, akibat melakukan perbuatan ora memper, dalam ngumbar syahwat, sak enggon-enggon, Ha Tolkijo di vonis denda uang tunai hingga puluhan juga rupiah. Dan konsekwensinya, karena menanggung beban malu, Ha Tolkijo, kemudian go out dari lingkungan  tempat tinggalnya di perumahan itu. Ini artinya, “penak’e sak klentheng, wirange sak luweng.” (Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar