Profesi Langka Pengrajin Wuwu ; Ketekunan Yang Tak Sebanding - klakon.com

HEADLINE:

Minggu, 16 April 2017

Profesi Langka Pengrajin Wuwu ; Ketekunan Yang Tak Sebanding

[caption id="attachment_356" align="alignnone" width="600"] Pengrajin wuwu, Somo Sentono sedang menganyam wuwu.[/caption]

KLAKON.com - Wuwu atau Icir adalah sejenis alat perangkap ikan yang terbuat dari anyaman bambu, berbentuk panjang, bulat mengerucut. Diwilayah kabupaten Klaten hanya ada satu orang yang sampai sekarang masih eksis menekuni profesi usaha kerajinan membuat Wuwu. Tidak berkembangnya kerajinan ini, karena, dari segi ekonimis profesi yang dianggap langka ini tidak menjanjikan keuntungan. Selain rumit dan njlimet, usaha kerajinan ini diperlukan ketekunan, ketelatenan . Sudah demikian hasilnya juga tak sebanding dengan keringat yang dikeluarkannya.

Adalah Simbah Soma Sentono (81) satu-satunya pengrajin Wuwu asal Desa Krakitan, Bayat, Klaten. Sudah puluhan tahun, Mbah Soma menekuni usaha membuat Wuwu, meskipun penghasilan dari usahanya membuat kerajinan Wuwu, jauh dari kata bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

"Setunggal Wuwu, dadosipun seminggu (Satu buah Wuwu dikerjakan dalam satu minggu) reginipun sing alit Rp 50 ribu, sing ageng Rp 75 ribu"  (Harga yang kecil Rp 50 ribu, sedang yang besar Rp 75 ribu)," ujar Mbah Soma Sentono, ketika KLAKON.com menyambangi tempat usahanya, di Desa Krakitan.

Menurut Mbah Soma, hasil kerajinannya itu dipesan dan  dijual di daerah Boyolali, Sukoharjo, Solo, Wonogiri dan Klaten sendiri. Biasanya yang membutuhkan Wuwu, masyarakat pencari ikan yang rumahnya berdekatan dengan kali besar. "Sing mbetahke Wuwu niki, biasane tiang sing omahe cerak kali gede," pungkas Mbah Soma. (Boen)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar