Mabuk Kelulusan Konvoi Pelajar Sleman Bentrok Dengan Pelajar Klaten - klakon.com

HEADLINE:

Rabu, 03 Mei 2017

Mabuk Kelulusan Konvoi Pelajar Sleman Bentrok Dengan Pelajar Klaten

KLAKON.com – Sepertinya badai persoalan yang menimpa Klaten masih saja terus berlanjut. Diperingatan Hari Pendidikan Nasional (HPN) Selasa, 2 Mei 2017 yang bertepatan dengan hari pengumuman kelulusan siswa tingkat SLTA, di Klaten, harus di kotori dengan aksi tawuran antar pelajar.



[caption id="attachment_450" align="alignleft" width="669"] Belasan Pelajar Sleman dan Klaten usai Tawuran, setelah didata di Polsek Kebonarum, Klaten. kemudian diangkut truk berikut sepeda motornya menuju Mapolres Klaten. (Foto/Boen/KLAKON.com)[/caption]

Aksi anarkis ini terjadi setelah para siswa dari berbagai sekolah yang disinyalir berasal dari wilayah Sleman, melakukan konvoi dengan baju bercorat,coret, dan menggeber kenalpot tiba-tiba mengamuk dan menghajar pelajar lain dari SMA N 1 Klaten dan kemudian meluas kebeberapa titik pertemuan di lain tempat.

Akibat aksi brutal tersebut belasan siswa yang tidak tahu akar permasalahannya, menjadi korban “keberingasan” pelajar yang lagi mabuk kelulusan hingga harus dirawat ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Salah satu korban konvoi beringas adalah Saiful,  siswa kelas XI SMA Negeri Klaten, saat bersama temannya itu tiba tiba mendapat serangan oleh sekelompok konvoi pelajar SLTA yang disinyalir dari luar Klaten, dengan membabi-buta. Akibat kejadian tersebut, kepalanya harus di jahit terkena sabetan senjata tajam ikat pinggang berkepala Gir, hingga berdarah dan harus dijahit dan di bawa ke RS Tegalyoso Klaten. Sementara dua siswa kelas XI SMAN 1 Klaten, lainnya yang menjadi korban, Juan, terkena sabetan parang di lengan dan Chandra kena sabetan di punggung, di rawat di RSI Klaten.

Dari pantauan KLAKON.com dilapangan, Keberingasan pelajar dari luar daerah yang lagi mabuk kelulusan itu kemudian meluas, terjadi di depan PKU Manisrenggo, pelajar dari luar klaten itu tawuran dengan warga yang tak terima karena bising knalpot mereka. Bersamaan itu tawuran juga terjadi di depan kantor DPD Golkar Klaten juga terjadi tawuran, beberap pelajar juga terluka. Aksi kemudian di teruskan di perempatan Desa Nglinggi, sebuah Warnet, Nadi.Net di rusak, hingga kaca depannya hancur pecah dilempari batu.

[caption id="attachment_452" align="alignleft" width="300"] Gotong Royong, mengangkat sepeda motor diatas bak truk, dibawa menuju Mapolres Klaten. (Foto/Boen/KLAKON.com)[/caption]

Beruntung dalam kejadian tersebut aparat kepolisian Polres Klaten cepat bertindak, sehingga tidak banyak menimbulkan jatuhnya korban lain. Aparat yang bertindak cepat langsung melakukan tindakan tegas. Puluhan pelajar berikut sepeda motor langsung digiring ke Mapolsek terdekat untuk selanjutnya dibawa dengan truk ke Mapolres Klaten.

Dari Polsek Kebonarum petugas menangkap sedikitnya 13 pelajar, 8 orang diantaranya diketahui dari identitas seragam mereka tertulis SMK Muh Pakem Sleman. Terakreditasi A, dan 5 orang pelajar di ketahui sebagai Siswa STM Kristen 5 Klaten. Setelah di data oleh petugas kemudian seluruh siswa yang terjaring dibawa ke Mapolres Klaten, berikut sepeda motornya.

Hingga sore hari para siswa yang melakukan konvoi masih mendapat pembinaan serta didata oleh petugas. Sejauh ini belum diketahui pasti pemicu adanya aksi tersebut. Yang pasti Banyak korban berjatuhan dan dirawat di beberapa puskemas dan rumah sakit di Klaten. Sejauh ini belum da kepastian berapa korban yang terluka serta rumah atau ruko yang rusak.



Sumber di Polres Klaten mengatakan selain didata, para peserta konvoi yang terbukti melakukan tindak anarkis berupa pengerusakan atau penganiayaan terhadap warga atau siswa sekolah lain akan ditindak tegas.”Kita akan tindak tegas pelajar yang melakukan aksi penganiayaan dan aksi pengerusakan, pada saat konvoi tadi siang”, tegasnya. (der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar