Jelang Ramadhan Polres Klaten Babat Pekat - klakon.com

HEADLINE:

Minggu, 11 Juni 2017

Jelang Ramadhan Polres Klaten Babat Pekat

[caption id="attachment_626" align="alignleft" width="660"] Babat Pekat Polres Klaten Musnahkan Barang Bukti berupa aneka minuman keras berbagai merk (Foto : KLAKON.com /Boendher Sasmito)[/caption]

KLAKON.com – Menjelang datangnya bulan suci Romadhon 1438 Hijriyah, jajaran Polres Klaten berkomitmen untuk membabat habis segala macam bentuk penyakit masyarakat (Pekat), diantaranya, Prostitusi, perjudian, pencurian dan minuman keras (Miras). Hal tersebut di buktikan dengan pemusnahan barang bukti berupa ratusan liter miras dan petasan hasil operasi petugas menjelang datangnya bulan suci Romadhon. Pada acara pemusnahan barang bukti (BB) yang dilaksanakan, Rabu (24/05/2017) dihalaman Mapolres Klaten, juga disaksikan oleh perwakilan sejumlah ormas dan Muspida kabupaten Klaten.
Kapolres Klaten AKBP M Darwis ketika dikonfirmasi KLAKON.com usai pemusnahan barang bukti, mengatakan dibandingkan dengan tahun lalu jumlah miras dan petasan yang dimusnahkan ada penurunan. Data yang diperoleh bb berupa miras yang diamankan kepolisian pada bulan Romadhon tahun lalu sebanyak 2.357 Botol miras.

Sementara, hasil operasi pekat hingga pelaksanaan pemusnahan BB miras saat ini tercatat, ada 1500 botol miras jenis ciu, 12 dirigen miras ciu dan 200 botol miras berbagai merek. Dan berhasil mengamankan, 19 orang ditahan di Lapas (LP) dan 28 orang tersangka sebagai penjualmiras jenis ciu. Kasus perjudian, 21 orang ditahan di LP dan 40 orang tersangka, terdiri dari i judi sabung ayam, 3 judi kartu dan 17 judi hongkong/cap jie kia. Kasus Narkoba, 14 orang ditahan di LP dan i7 orang tersangka, terdiri dari, sabu 17,36 gram, ganja 0,39 gram dan psikotropika jenis pil koplo dan obat daftar g sebanyak 5.250 butir. Kasus Senjata tajam (Sajam) 5 orang ditahan dan 7 orang tersangka, meliputi sajam jenis Badik, gir, pedang, keling dan clurit. Sementara untuk razia Hotel dan Kost-kostan, 6 ditahan dan 15 pasangan bukan suami istri. Kasus petasan/mercon, 2 orang ditahan sebagai penjual petasan/mercon.

Langkah pemusnahan miras ini adalah salah satu upaya untuk meminimalisir maraknya penyakit masyarakat yang selama ini cukup meresahkan. “Pemusnahan BB ini untuk membuat jera bagi pengedar dan pemakai miras. sehingga masyarakat merasa nyaman dan nyaman tidak terganggu saat menjalankan ibadah,” Ujar Kapolres.
Lebih jauh, kata Kapolres M Darwis, menegaskan langkah memerangi penyakit masyarakat diwilayah jajaran Polres Klaten akan terus dilakukan, tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan swiping di tempat-tempat hiburan yang ada. “ Kita benar-benar serius untuk memerangi pekat sehingga berkurang dan meminimalisir keberadaanya. Kami juga meminta kepada masyarakat untuk menginformasikan kepada petugas, tentang keberadaan penjual miras dan tempat perjudian. Segera lapor kepada kepolisian terdekat. tegasnya.

Terkait, Plt Bupati Klaten Sri Mulyani melalui Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Klaten Jaka Sawaldi, dalam sambutannya mengatakan, penyakit masyarakat berupa “mo limo” yang didalamnya ada pencurian, prostitusi, perjudian, minuman keras (miras) dan narkobamerupakan unsur-unsur yang satu dan yang lainnya sama beratnya,. Berat dalam arti memberikan dampak yang tidak baik bagi masyarakat khususnya generasi muda. Itulah mengapa kita semua sepakat untuk memberantas pekat secara bersama-sama,”ujarnya.
Lebih lanjut kata Jaka Sawaldi, rusaknya mental generasi muda kita sebagai akibat dari penyakit masyarakat, pada akhirnya kita semua yang bertanggungjawab. Adalah para orang tua, pendidik, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta pemerintah. Sebelum terjadi perusakan terhadap mental generasi muda kita itu.

“Tindakan yang perlu kita lakukan tidaklah cukup dengan penindakan sebagaimana yang dilakukan oleh aparat kepolisian, melainkan yang lebih penting lagi adalalh pencegahan melalui pendidikan. Yang dimaksud adalah pendidikan agama dan menciptakan iklim yang kondusif di lingkungan masyarakat kita masing-masing,”pungkasnya. (Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar