Bangga Keberhasilan dan Pemanfaatan Dana Desa Menkeu Sri Mulyani Ajak Selfi dan Study Banding Ke Luar Negeri Kades Ponggok - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 25 Agustus 2017

Bangga Keberhasilan dan Pemanfaatan Dana Desa Menkeu Sri Mulyani Ajak Selfi dan Study Banding Ke Luar Negeri Kades Ponggok

KLAKON.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berkunjung ke Desa Ponggok, kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Dalam kunjungannya ke desa Ponggok Menkeu bangga dan sangat mengagumi keberhasilan dalam mengelola dan pemanfaatan dana desa tersebut.  Untuk mengungkapkan rasa banggaanya terhadap keberhasilan yang telah diraih desa Ponggok  Sri Mulyani mengajak  foto selfi dengan Kades Ponggok  Junaidi Mulyono SH. “ Mana Kades yang terkenal itu, saya pengin selfi,” ujar Sri Mulayani saat mengunjungi pemandian Ponggok, Rabu (23/8/2017).

[caption id="attachment_835" align="alignleft" width="715"] Menkeu Sri Mulyani selfi dengan Kades Ponggok Junaidi Mulyono dan Plt Bupati Klaten Hajah Sri Mulyani di Umbul Ponggok (Foto : Boen/KLAKON.com)[/caption]

 

Tidak itu saja, ungkapan rasa bangga Menkeu terhadap pencapaian penggunaan dana desa yang sangat efektif di Desa Ponggok, kemudian Menkeu Sri Mulyani memberikan hadiah khusus kepada Kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono. Sri Mulyani berkeinginan mengajak study banding ke luar negeri untuk mempelajari teknik pengelolaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

“Mungkin saya ingin ajak Pak Kades pergi ke negara maju, agar pengelolaan PAD yang mencapai Puluhan Milyard ini tidak salah sasaran. Seperti ke Nordich Country atau Singapura, agar kemakmuran terjaga selamanya, ada banyak negara yang punya teknik bagus, pertama bagaimana RPJMDes melakukan prioritasnya,” Ujarnya.

Namun demikian, Menkeu mewanti-wanti dan  berharap agar Kepala Desa beserta perangkat desa, BUMDes Tirta Mandiri dan juga masyarakat desa Ponggok untuk selalu menjaga kesuksesan yang telah diraih.

” Menjaga kesuksesan itu hal yang sulit, karena untuk meraihnya sudah sulit, menjaganya akan menjadi sangat sulit, apalagi lihat anggaran BUMDes Rp 15 miliar, lalu punya niat tidak baik lalu ingin menjadi Kades dan menikmati sendiri, oleh karena itu jaga terus kerukunan warganya, ciptakan rasa memiliki bahwa ini kerja bersama, dan pelihara terus saling percaya saling menjaga, jangan dirusak oleh siapapun,” Harap Menkeu Sri Mulyani.

[caption id="attachment_836" align="alignleft" width="300"] Menkeu Sri Mulyani, Wagub Jateng Heru Sujatmoko, Plt Bupati Klaten Sri Mulyani dan Kades Ponggok Junaidi Mulyono. (Foto: Boen/KLAKON.com)[/caption]

Sementara itu, Kades Junaidi Mulyono  dalam keterangannya mengatakan, orang mungkin tidak menyangka, belasan tahun yang lalu  tepatnya sekitar tahun 2001 Ponggok merupakan desa miskin, bahkan sempat menyandang Inpres Desa Tertinggal (IDT). Namun berkat keuletan masyarakat desa Ponggok dibawah kepemimpinan Kepala Desa Junaidi Mulyono SH beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat,  Ponggok kini menyandang predikat desa terkaya se-Klaten lantaran memiliki pendapatan asli desa (PAD) mencapai miliaran rupiah per tahun.

Bahkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri, Ponggok menyabet penghargaan BUMDes terbaik Kategori Trendy dan BUMDes yang menginspirasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada November 2016 lalu.

 

“Dulu memang potensi-potensi yang ada di desa Ponggok seperti sumber mata air  umbul Ponggok, Besuki, Kajen, Kapilaler, dan Sigedang.itu belum tergarap, belum dimaksimalkan. Nah lalu kita berbenah. Dengan membuat  perencanaan Ponggok yang di  implementasikan dalam sebuah Rencana Pembangunan Jangka Menengah,” kata Kades Junaidi.

Lebih jauh kata Junaidi,  anggaran desa tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga dialokasikan untuk pengembangan dan penggalian potensi perikanan dan pariwisata. Umbul yang biasanya hanya digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci mulai ditata dan dipercantik menjadi obyek wisata. Kolam ikan yang dulu hanya 2.000-3.000 meter persegi ditingkatkan menjadi 3 hektar.

Selain pembangunan potensi desa juga kemajuan Ponggok  tak lepas dari dibentuknya BUMDes Tirta Mandiri Ponggok pada 2009. BUMDes bertugas sebagai penggerak ekonomi di sektor riil dan keuangan dengan membuat sistem manajemen, sistem akuntansi, dan sistem marketing yang saat ini mengelola delapan unit usaha berbentuk PT. Berbagai jenis usaha yang dirintis bertahun-tahun akhirnya menampakan hasil. PAD yang semula hanya puluhan juta per bulan pada 2006 kini meningkat signifikan.

 

“Pada tahun  2012 pendapatan kotor BUMDes Ponggok sekitar Rp 150 juta. Setahun kemudian meningkat menjadi Rp 600 juta. Kemudian tahun 2014 melonjak Rp 1,1 miliar. Pada 2015 melebihi target yang ditentukan Rp 3,8 miliar menjadi Rp 6,1 miliar. Tahun 2016 dengan pimpinan BUMDes yang baru, target Rp 9 miliar terealisasi Rp 10,3 miliar. Tahun 2017 ini kami menargetkan BUMDes Tirta Mandiri meraup pendapatan Rp 12 miliar,” pungkasnya. (sas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar