Karnaval Kirab Budaya Ponggok Bahagia Ada Prosesi Ngangsu Banyu SumberPitu - klakon.com

HEADLINE:

Senin, 21 Agustus 2017

Karnaval Kirab Budaya Ponggok Bahagia Ada Prosesi Ngangsu Banyu SumberPitu

KLAKON.com – Dalam rangka memeringati HUT Kemerdekaan RI ke 72 pemerintah desa (Pemdes) Ponggok, Kecamatan Polanharjo dan segenap warga desa menggelar karnaval kirab budaya, Minggu (20/8/2017) di kantor desa setempat.

[caption id="attachment_691" align="alignleft" width="1024"] Karnaval kirab budaya desa Ponggok berpusat di kantor desa. (foto : KLAKON.com/Boendher Sasmito)[/caption]

Ratusan warga desa terdiri dari 6 rukun warga (RW) dengan antusias mengikuti kirab budaya berjalan kaki mengelilingi desa sejauh 4km. Dalam kirab tersebut masing-masing perwakilan RW menampilkan kreatifitas seni budaya yang berbeda sesuai dengan tema yang diangkat yakni Ponggok bahagia.

Ada hal yang menarik dalam kirab budaya desa Ponggok kali ini. Peserta kirab dari pemerintah desa (pemdes) yang dipimpin langsung Kades Junaidi Mulyono, melakukan prosesi Ngangsu banyu sumber pitu (mengambil air dari tujuh mata air-red) yang ada diwilayah desa tersebut.

[caption id="attachment_692" align="alignleft" width="300"] Perangkat Desa Ponggok,sesaat sebelum acara karnaval kirab budaya dimulai (Foto : klakon.com/Boendher Sasmito)[/caption]

Ini adalah sebagai ungkapan rasa sujud syukur warga masyarakat desa Ponggok kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberi air yang melimpah sehingga masyarakat hidup sejahtera dan bahagia. “ Dengan mengelola dan memanfaatkan air ternyata mampu memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan warga,” ujar Kades Junaidi Mulyono, usai melakukan kirab.

Lebih lanjut, kata Junaidi, tak hanya itu, karena sumberdaya yang ada diolah dengan sistem yang baik melalui kinerja bumdes, akhirnya Desa Ponggok mampu mewujudkan diri sebagai desa wisata yang mandiri. Keberhasilan dalam pengelolaan sumberdaya desa Ponggok tersebut kini setiap RW memiliki saham hampir 100 juta rupiah, mampu mewujudkan program satu keluarga satu sarjana.

“ Syukuran ini Kita lakukan dengan menyatukan air dari masing amsing sumber tersebut, kita kirab dan di umbul ponggok ini kita berdoa sambil menikmati makanan bersama sebagai ujud syukur dan kebersamaan warga”katanya.

Terkait, dua warga peserta kirab Wahyuni (45) dan Mujiyati (65) mengaku sangat antusias dan bahagia bisa mengikuti kirab budaya yang diadakan desa. Meskipun berjalan hingga 4 km dengan memakai pakaian lurik dan berjarit, mengaku tidak merasa capai. “Mboten kesel, malah seneng saget muji syukur lan mringati HUT RI bareng-bareng warga desa,” tutur nenek Mujiyati. (sas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar