Atasi Air di Musim Kemarau Desa Sidorejo Kemalang Dapat Bantuan Pembuatan Embung Dari Pemerintah Pusat - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 03 November 2017

Atasi Air di Musim Kemarau Desa Sidorejo Kemalang Dapat Bantuan Pembuatan Embung Dari Pemerintah Pusat

KLATEN, KLAKON.com—Kekhawatiran akan kekurangan  air diwaktu musim kemarau tiba untuk tahun-tahun mendatang, sepertinya sudah tidak akan dialami lagi oleh warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Pasalnya, dalam waktu yang tidak lama lagi warga penghuni  lereng Merapi itu mendapat bantuan pembuatan embung penampungan air dari pemerintah pusat, senilai Rp 150 juta.

[caption id="attachment_914" align="alignleft" width="762"] Baliho ucapan terimakasih Warga Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten, kepada Presiden Jokowi, atas bantuan dana pembuatan embung, untuk mengatasi kekurangan air di musim kemarau. (Foto/dok/KLAKON.com)[/caption]

Kepala Desa Sidorejo, Jumakir, ketika dikonfirmasi KLAKON.com melalui telepon selularnya mengatakan, pembuatan embung penampungan air lokasinya berada di sekitar obyek wisata Deles Indah, tidak jauh dari pesanggrahan Paku Buwono X , dengan dana bantuan dari pemerintah pusat melalui, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp 150 juta.

Ditargetkan pembangunan embung selesai pada tahun 2017, walau masih banyak kekurangan biaya dalam pembangunan embung. Di perkirakan untuk pembangunan embung Sidorejo akan menelan biaya sebesar 500 juta. Untuk itu Kades Jumakir berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah dan fihak lain, agar pembangunan bisa selesai dan tepat waktu.

“Pembangunan sudah di mulai dengan luasan sekitar 1,5 hektar di tanah kas desa dan sebagian tanah milik warga,” ujarnya.

Lebih jauh kata Jumakir, di harapkan dengan adanya embung ini mampu menampung dan mencukupi kebutuhan air bagi warga di saat musim kemarau. Karena bisa dipastikan pada saat musim kemarau tiba, warga di sekitaran lereng Merapi, tak terkecuali warga Desa Sidorejo, harus mengeluarkan biaya hidup lebih, termasuk untuk membeli air bersih. Setiap minggu untuk kebutuhan air bersih satu tangki, untuk satu keluarga,  warga harus merogoh uang Rp 250 ribu.

“Satu tanki berisi 5000 liter hanya bisa di gunakan selama kurang lebih satu minggu dengan harga sekitar 250 ribu, untuk satu bulan dana yang harus dikeluarkan Rp 1 juta ,” paparnya.

Selain sebagi sarana untuk memenuhi kebutuhan air, masih kata Kades Jumakir, rencananya embung yang akan di kelola BUMDes itu akan di jadikan obyek wisata alternatif di lingkungan tempat wisata Deles Indah, “pungkasnya. (sas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar