Musim Penghujan Luapan air Kali Dengkeng Ancam Hanyutkan Tiga Rumah DiDesa Wiro - klakon.com

HEADLINE:

Selasa, 07 November 2017

Musim Penghujan Luapan air Kali Dengkeng Ancam Hanyutkan Tiga Rumah DiDesa Wiro

[caption id="attachment_925" align="alignleft" width="653"] Kaur Pembangunan Desa Wiro, Bayat, Sutarno sedang menunjukan rumah dan lahan pekarangan yang tergerus luapan air Kali Dengkeng, kala musim banjir tiba. (Foto/dok/klakon.com)[/caption]

KLAKON.com –Memasuki musim penghujan tiba membuat sebagian warga yang lahan dan rumahnya berada dibantaran Kali Dengkeng, yang merupakan anak sungai Bengawan Solo, di desa Wiro, kecamatan Bayat, Klaten, merasa hidupnya tidak nyaman penuh was-was dan khawatir akan datangnya musibah. Hal ini dikarenakan jarak rumah yang ia tempati dengan Anak Sungai Bengawan Solo itu hanya sekitar setengah hingga dua meter saja.

Sedikitnya ada 3 rumah hunian warga di desa Wiro, kecamatan Bayat yang kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dan cenderung emergency, terancam longsor, hanyut terbawa derasnya arus Kali Dengkeng bila musim banjir tiba.

Adalah Sriyanto (52) warga desa Wiro Bayat yang rumah dan lahan pekarangannya nya berada diatas bantaran kali ini, bila musim penghujan tiba dan Kali Dengkeng mulai banjir, mengaku takut tinggal dirumah, Ia dan keluarganya pilih mengungsi kerumah famili yang jauh dari bantaran sungai. “Kalau Kali Dengkeng banjir kami mengungsi kerumah famili, disini takut rumah bisa hanyut terbawa arus,”ungkapnya.

Lebih jauh kata Sriyanto, tercatat dalam sertifikat tanah miliknya bahwa dulu rumah dan lahan pekarangan yang ia tempati dengan bantaran Kali Dengkeng berjarak sekitar 7 hingga 9 meter. Namun sekarang kondisinya sudah jauh berbeda hanya berjarak setengah sampai dua  meter saja. “Ini artinya, sejauh ini kami sudah kehilangan lahan pekarangan karena  tergerus dan hanyut terbawa air luasnya sekitar 6,5 meter lebih,” ujarnya.

Memasuki musim penghujan kali ini, masih kata Sriyanto, dirinya hanya pasrah dan berharap ada perhatian dari pemerintah terkait kondisi rumah dan lahan pekarangannya yang setiap kali musim banjir datang lahannya selalu berkurang tergerus air sungai. “Kami minta agar dibangunkan tanggul darurat atau talud permanen untuk menyelamatkan lahan kami yang masih tersisa,” harapnya.

Terkait, Kaur Pembangunan Desa Wiro, Sutarno, ketika dikonfirmasi mengaku Pemdes Wiro sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan BPBD agar segera mendapat perhatian serius sebelum intensitas hujan meningkat, kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk bencana tanah longsor dan rumah hanyut. “Kami sudah melapor dan berkoordinasi dengan BPBD,” ujarnya. (Sas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar