Puncak Perayaan Yaqowiyyu Sebar 5 Ton Apem Oro-Oro Tarwiyah Berubah Bak Lautan Manusia - klakon.com

HEADLINE:

Sabtu, 04 November 2017

Puncak Perayaan Yaqowiyyu Sebar 5 Ton Apem Oro-Oro Tarwiyah Berubah Bak Lautan Manusia

 

[caption id="attachment_917" align="alignleft" width="1395"] Lautan Manusia dari berbagai penjuru kota berebut apem di puncak perayaan Yaqowiyyu di Oro-Oro Tarwiyah, Komplek makam Ki Ageng Gribig, Jatinom. (Foto/Boen/KLAKON.com)[/caption]

KLATEN, KLAKON.com –Bak air bah, gelombang manusia berdatangan dari segala penjuru memenuhi Oro-Oro Tarwiyah, di komplek makam Ki Ageng Gribig, di Jatinom, Klaten, Jum’at, (03/11/2017). Mereka jauh-jauh datang dengan keinginan ngalab berkah ikut berebut 5 Ton apem yang disebar dan disediakan oleh panitia pada puncak perayaan Yaqowiyyu tahun ini.

Setiap pertengahan bulan Sapar, usai sholat Jum’at, tradisi Saparan sebar apem yang sudah turun temurun dilaksanakan ini, selalu dibanjiri warga masyarakat dari berbagai penjuru kota. Tidak hanya warga tetangga Klaten saja, melainkan mereka ada yang datang dari jawa timur, semarang dan dari wilayah Jawa Tengah lainnya.

Apalagi pada perayaan tradisi Yaqowiyyu sebar apem kali ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga R Hartarto, Putra daerah, Trah Keturunan Jatinom dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.   Prosesi tradisi sebaran apem dimulai dengan arak-arakan dua gunungan apem di kirab dari pendopo Kecamatan Jatinom menuju  Masjid Alit, kemudian di inapkan di Masjid Besar Ki Ageng Gribig, selanjutnya seusai Sholat Jum’at, dua Gunungan Apem dibawa  menuju panggung Oro Oro Tarwiyah. Sebelum disebar untuk diperebutkan warga, gunungan apem tersebut terlebih dahulu didoakan oleh ulama setempat.

[caption id="attachment_918" align="alignleft" width="1395"] Menperin Airlangga R Hartarto, Gubernur Ganjar Pranowo dan Plt Bupati Sri Mulyani di panggung kehormatan Oro-Oro Tarwiyah, sesaat sebelum melakukan prosesi sebar apem. (Foto/Boen/KLAKON.com)[/caption]

Diawali oleh Gubernur Ganjar Pranowo, gunungan apem mulai disebar untuk diperebutkan warga. Selanjutnya Menperin Airlangga R Hartarto, Plt Bupati Klaten Sri Mulyani dan jajaran Muspida Klaten serta jajaran Muspika Kecamatan Jatinom. Setelah dua Gunungan Apem habis disebar, kemudian disusul sebaran apem dari dua menara yang terletak di tengah Oro Oro Tarwiyah.

Terkait, Camat Jatinom, SIP Anwar ketika dikonfirmasi mengatakan, seperti tahun sebelumnya, kali ini  apem yang disebar mencapai berat sekitar 5 ton. Adapun keseluruhan apem yang disebar itu murni dari sumbangan segenap masyarakat Kecamatan Jatinom.

Warga masyarakat sadar bahwa dengan membuat dan menyumbangkan apem untuk disebar adalah bagian dari nguri-uri ini tradisi, sekaligus untuk mengenang jasa dan perjuangan menyebarkan agama di wilayah Klaten, dan khususnya di daerah Jatinom pada masa itu oleh Ki Ageng Gribig.

“ Ini apem sumbangan sukarela dari segenap masyarakat Jatinom,” kata Camat.

Sementara itu, terkait suka duka ikut berebut apem dituturkan Daryanto (48) dan istrinya Istiyanti (43) suami istri itu jauh-jauh  datang dari Genuk, Semarang, tujuannya selain berziarah dan ngalab berkah di bulan sapar ke makam Ki Ageng Gribig, juga tertarik untuk berebut apem yang konon apem yang didapat dari hasil rebutan,  bisa untuk tolak balak.

"Hanya dapat empat apem mas, dua sudah saya makan dengan istri, dan masih dua nanti untuk kedua anak saya. Terpaksa nanti kita  pulang beli oleh-oleh apem dari pedagang yang ada disepanjang jalan depan Masjid Besar Ki Ageng Gribig. Karena menurut keyakinan apem Yaqowiyyu ini dipercaya bisa membawa berkah juga untuk tolak balak " ujar Daryanto yang di iyakan Istrinya. (Sas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar