Di Klaten Dokar Andong Masih Ada dan Tidak Punah - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 16 Maret 2018

Di Klaten Dokar Andong Masih Ada dan Tidak Punah

Pemkab Klaten  dan Bengawan Solo Travel Mart, galakkan ajak Ayo Wisata ke Klaten. (Foto/Dok/KLAKON.com)
KLAKON.com – Masalah alat transportasi tradisional yang anti polusi jenis Dokar/Andong Kabupaten Klaten masih ada dabn cenderung tak kalah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini terbukti masih eksisnya puluhan Dokar/Andong Bendi yang beroperasi didaerah pinggiran kota dan di pasar-pasar dan tempat lainnya. Di Klaten masih ada Dokar Andong, belum punah keberadaanya.

Ketua paguyuban Bendi Hias (andong) Waristo Warok,  mengatakan paguyuban Dokar/andong Bendi sengaja didirikan dalam rangka menyelamatkan andong dari kepunahan. Selain itu juga untuk semakin menyemarakkan dunia wisata Klaten, karena keberadaan bendi nantinya tidak hanya ada di tempat tempat wisata tapi juga akan meramaikan acara Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi

“ Selain  ingin melestarikan Andong Bendi dari kepunahan, paguyuban ini didirikan untuk menampung para pemilik andong atau bendi agar mampu bertahan dan tetap eksis ditengah majunya alat transportasi. Untuk itu kami semua sepakat memuat Andong Hias untuk kita tampilkan disetiap CFD atau di tempat wisata guna menarik wisatawan,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, saat ini paguyuban Andong Bendi beranggotakan  90 orang. Guna menjaga parsatuan, keakraban antar anggota serta melestarikan alat transportasi tradisional ini, tiap bulan diadakan pertemuan serta arisan anggota yang bertujuan untuk saling bertukar pikiran serta membahas rencana kerja selanjutnya. “Setiap bulan kami berkumpul saling tukar informasi dan arisan untuk menjaga persatuan paguyuban,” ujar Waristo.

Seperti di ceritakan, sejak jaman dulu di era penjajahan alat transportasi tradisional  Dokar / Andong Bendi atau delman, sudah digunakan oleh para raja untuk melakukan perjalanan ke setiap daerah dengan Delman/Bendi atau kereta kencana. Namun sayang seiring dengan perkembangan jaman, kendaraan yang ditarik dengan tenaga kuda ini kini mulai hilang atau bahkan nyaris punah.

Di Klaten Delman/ Andong Bendi pernah jaya  ditahun 1960 hingga akhir tahun 1980. Ada empat tempat populer  yang dulu pernah menjadi Terminal/Koplakan tempat mangkalnya para Dokar/Andong di Klaten, yakni di pertigaan Karanganom, di depan stasiun Klaten dan disamping pasar induk Klaten, yang hingga kini populer dengan sebutan kokplakan andong. Meskipun sekarang ini tempat-tempat tersebut tinggal  menyisakan nama saja.

Seiring berkembangnya sarana tranportasi tradisional yang anti polusi ini, kini bergeliat tampil kembali berkompetisi berebut penumpang. Dibawah naungan Paguyuban Bendi Klaten, keberadaan Dokar/Andong Bendi di Klaten, dimodifikasi sedemikian rupa agar tetap mampu bersaing ditengah transportasi modern dengan segmen penumang yang berbeda.

Hanya dengan tarif yang relatif murah yakni Rp 20 ribu sekali naik, kita dapat menyusuri jalan dikeramaian acara CFD sejauh 1 kilometer. Anda tak perlu takut karena alat transportasi ini dikusiri oleh mereka yang telah mahir dalam merawat Bendi dan kudanya. Tak hanya itu Dokar pun dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga lebih layak disebut sebagai kendaraan wisata yang nyaman dan aman.

Di CFD di Jalan Protokol Klaten, warga bisa keliling kota menikmati asyiknya naik kendaraan tempo doeloe menyusuri jalan pemuda tengah yang membelah kota Klaten. (Giet)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar