Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 Umat Hindu di KlatenGelar Perayaan Melasti - klakon.com

HEADLINE:

Selasa, 13 Maret 2018

Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 Umat Hindu di KlatenGelar Perayaan Melasti


Bupati Sri Mulyani saat memberi sambutan pada perayaan upacara Melasti di Umbul Geneng. (Foto/Dok/KLAKON.com)
KLAKON.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara perayaan upacara Melasti diselenggarakan setiap tahun sebelum datangnya Hari Raya Nyepi.

Sedikitnya ada  500 umat Hindu di kabupaten Klaten, Senin (12/3/2018) merayaan upacara Melasti di Umbul Geneng, Desa Ngerundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten.


Prosesi upacara Melasti diawali dengan persembahyangan bersama, doa mohon ijin kepada Tuhan Yang Maha Esa, di Pura Tirta Buana Desa Pluneng, kemudian dilanjutkan prosesi kirab dari Pura Tirta Buana menuju Umbul Geneng dengan menempuh jarak sekitar 2 kilometer.

Bertindak sebagai pemimpin Upacara Melasti oleh Romo Resi Bahudanda Sajiwa Dharma Talabah. Upacara ini digelar menjelang perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1940 yang jatuh pada Sabtu (17/3/2018).

Upacara Melasti setiap tahun menjelang Hari Raya Nyepi dilaksanakan oleh umat Hindu di seluruh Indonesia, mempunyai makna sebagai upacara pembersihan alam semesta termasuk bumi pertiwi dan se-isinya.

“Kegiatan ini kita menghadirkan acara ritual atau acara seromonia bersama Ibu Bupati Klaten Sri Mulyani, yang inti puncaknya adalah persembayangan bersama seluruh umat Hindu di kabupaten Klaten," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Klaten, Hendrata Wisnu.

Lebih lanjut dikatakan, puncak perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini jatuh pada hari Sabtu (17/3/2018) dengan tema “melalui catur brata penyepian dengan mengangkat solidaritas perekat kebersamaan dan keutuhan NKRI.

"Sebagai bangsa Indonesia kita mesti selalu menjaga persatuan dan kebersamaan serta keutuhan NKRI,"tandas Hendradata Wisnu.

Terkait, Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya mengatakan, meskipun warga Klaten beraneka ragam  agama, suku dan ras, selama ini hidup damai berdampingan. Diharapkan ketentraman dan kedamaian yang sudah tercipta selama ini terus terjaga dan saling guyub rukun hidup berdampingan.

“Kami minta doanya semua Umat Hindu yang merayakan melasti, agar dalam membawa Klaten kedepan kami bisa mewujudkan kabupaten yang bersinar, maju, mandiri dan berdaya saing,"pinta Bupati. (N’der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar