Diduga Cabuli Enam Bocah Belia Kakek DLM di Laporkan Polisi - klakon.com

HEADLINE:

Kamis, 05 April 2018

Diduga Cabuli Enam Bocah Belia Kakek DLM di Laporkan Polisi


Ilustrasi Korban Pedofilia

KLAKON.com – Diduga akibat perbuatan bejatnya mencabuli enam anak dibawah umur, Kakek DLM (65) alias Beni Lotong, warga Desa Kadibolo, Wedi,  dilaporkan ke Kepolisian, oleh para orang tua korban. Ironisnya, laporan yang tercatat sudah berjalan hampir satu bulan itu, terkesan belum ada tindak lanjut dari petugas Kepolisian Polres Klaten. Hal ini, terbukti belum ditahannya pelaku dan justru menghilang entah kemana.

WGN (59) orang tua korban, sebut saja Melati (8) adalah yang berinisiatif melaporkan Kakek DLM ke Kepolisian, pada Senin (12/03/2018) bulan lalu. Dalam aduan tersebut Kakek DL diketahui telah melakukan tindakan asusila terhadap enam orang anak yang masih duduk di bangku SD. Keseluruhan korban merupakan tetangganya sendiri.

Seperti dituturkan WGN orang tua korban Melati, ia mengaku mengetahui kejadian itu bermula ketika anaknya Melati (8) telah menjadi korban atas perbuatan bejat yang sudah dilakukan Kakek DLM. Dari pengakuan anaknya, perbuatan itu dilakukan pada bulan Januari. Meski demikian, anak saya baru ngaku pada bulan Maret lalu.

“Anak saya baru mau mengaku beberapa waktu lalu, lantaran selama ini merasa ketakutan karena diancam pelaku agar tidak mengadukan perbuatannya itu kepada siapapun. Aksi bejat yang digunakan pelaku dengan cara  meminta tolong kepada korban untuk dibelikan sesuatu dan kemudian disuruh mengantarkannya ke rumah pelaku.”tuturnya.

Masih kata WGN, setelah Melati anaknya mengadukan perbuatan bejat Kakek DLM  kepada saya, kemudian satu persatu teman-teman lain Melati juga ikut mengadu ke orang tua masing-masing.

Sejauh ini yang diketahui baru enam orang anak yang mengaku menjadi korban perbuatan bejat Kakek DLM. Untuk memperkuat alat bukti, para korban juga sudah menjalani visum di rumah sakit. Hingga kini sejumlah keluarga masih menunggu kepastian hasil visum tersebut.

“Jadi saat anak saya mengaku, teman-temannya kemudian juga mengadu ke orang tuanya. Karena selama ini anak-anak diancam tidak boleh mengatakan kepada siapapun,"ujarnya

Sementara itu, YMD (40) orangtua korban Mawar, mengaku juga geram dengan pelaku yang tega berbuat tidak senonoh  mencabuli anak yang masih dibawah umur. “Saya tidak terima dan berharap pelaku segera di tangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku,”ujarnya geram.

Akibat tindakan bejat yang dilakukan oleh pelaku, kini Melati, Mawar dan korban lainya, nampak mengalami ketakutan dan trauma. Bahkan untuk berangkat dan pulang ke sekolah tidak berani sendiri, minta diantar orang tuanyta.

Terkait, dari sumber lain mengatakan, bahwa bukan kali ini saja pelaku berbuat bejat mencabuli anak dibawah umur. Kata sumber yang enggan disebut namanya mengatakan, dahulu kala ketika masih kecil pernah juga dicabuli pelaku. “Dahulu saat masih seusia para korban juga pernah dicabuli pelaku. Sekarang sudah tua sudah punya suami dan anak. Dahulu kemungkinan juga tidak hanya saya saja yang dicabuli pelaku, mungkin masih ada yang lainnya, hanya saja mereka malu mau mengatakan,”katanya. (N’der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar