Polisi Jaga Soal Ujian Perangkat Desa di Unwidha - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 27 April 2018

Polisi Jaga Soal Ujian Perangkat Desa di Unwidha

KLAKON.com -- Dalam rangka mencetak atau menggandakan soal ujian perangkat desa yang akan digunakan dalam ujian perangkat desa, Minggu, 29 April 2018, kini lokasi penggandakan dan pengepakan soal ujian perangkat desa di Universitas Widya Dharma (Unwidha) dijaga polisi dari Polsek Ketandan. Ada sekitar delapan orang hingga 10 anggota Polisi berjaga dilokasi penggandaan soal ujian di Unwidha.
Demikian disampaikan Rektor Unwidha Klaten, Profesor DR Triyono MPd pada acara Talkshow Persiapan Tes Uji Perangkat Desa yang diselenggarakan Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) di Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten, Kamis malam, 26 April 2018. Talkshow dipandu reporter RSPD Klaten, Paidi, SPd.
Talkshow persiapan tes uji perangkat desa tersebut disiarkan langsung RSPD Klaten, Kamis, 26 April 2018 pukul 19.30 WIB sampai pukul 21.00 WIB melalui Frekwensi RSPD Klaten FM 91,60 KHz. Acara tesebut juga menghadirkan empat narasumber masing-masing  Asisten I Setda Klaten dr Ronny Roekmito MKes, Rektor Unwidha Klaten Profesor DR Triyono MPd,   Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Klaten, H Joko Purwanto SSos MM dan Wakil Ketua Paguyuban Camat Klaten Joko Hendrawan SH MM yang menjabat sebagai Camat Klaten Selatan.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Unwidha Klaten Profesor DR Triyono MPd menyatakan, lokasi penggandaan soal ujian perangkat desa juga dilengkapi CCTV, untuk memantau hal-hal yang tidak diinginkan. Unwidha menjamin pelaksanaan ujian peragkat desa yang ditangani Unwidha berjalan jujur, adil, bersih dan terbuka. 
Untuk teknis pada hari H ujian perangkat desa, Profesor  Triyono menyatakan, soal semuanya dari penggandaan dan pengepakan masih di Unwidha. Sehingga soal ujian tidak diinapkan di desa atau dikecamatan.  Pada Minggu pagi soal dibawa petugas dari Unwidha ke lokasi ujian di tingkat kecamatan  yang menjadi tanggungjawab Unwidha.
Sehingga, tegas Profesor Triyono, tidak ada celah sedikitpun terjadi kebocoran soal. Apalagi dalam ujian perangkat desa ini, Unwidha menerapkan standar operasional yang harus ditaati semua tim dari Unwidha. Sebab Unwidha bertekad melaksanakan amanah ujian perangkat desa yang diberikan Tim Pencalonan dan Pengangkatan Perangkat Desa (TP3D) yang difasilitasi Pemkab Klaten dengan sebaik-baiknya.
Profesor Triyono mengingatkan, kepada masyarakat Klaten khususnya calon perangkat desa agar menolak jika ada oknum yang mengaku bisa meloloskan ujian perangkat desa dengan imbalan sejumlah uang. Bahkan, jika perlu agar masyarakat melaporkan ke aparat berwajib jika menjumpai oknum yang mengaku bisa meloloskan ujian perangkat desa namun dengan membayar uang, sebab yang bisa meloloskan ujian perangkat desa adalah calon perangkat desa sendiri dengan belajar mata uji perangkat desa dan menguasai praktek komputer.
Profesor Triyono menambahkan, ujian tertulis perangkat desa dengan materi  Pancasila dan UUD 1945,  Pengetahuan tentang Pemerintahan Desa, Kepemimpinan, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan Pengetahuan Umum dan Kemasyarakatan  jumlah  120 soal dengan skor 60. Kemudian praktek komputer meliputi MS Word skor 15, MS Excel skor 15 dan MS power point dengan skor 10 sehingga totalnya skor 100 nantinya akan diambil ranking 1 dan ranking 2 untuk disampaikan kepada TP3D yang selanjutnya akan dikonsultasikan camat untuk menentukan perangkat desa yang lolos.  (N'der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar