Sambut Hari Kartini Pentas Perdana PUSAKA Suguhkan Musik GADUL - klakon.com

HEADLINE:

Rabu, 04 April 2018

Sambut Hari Kartini Pentas Perdana PUSAKA Suguhkan Musik GADUL

Paguyuban Seniman Campursari Klaten (PUSAKA) menyuguhkan musik inovasi Gamelan Dudul (GADUL) perpaduan dua alat musik moderen dan tradisional. (Foto/Boen/KLAKON.com)
KLAKON.com – Kreatifitas kalangan seniman Klaten dalam menguri-uri budaya jawa patut diberikan diapresiasi setinggi-tingginya. Paguyuban Seniman Campursari Klaten (PUSAKA) yang beranggotakan puluhan grup Campursari Orgen tunggal ini, berinovasi menciptakan musik irama lain, dengan  menggabungkan dua alat musik moderen (orgen) dengan alat musik gemelan, yang diberi label Gadul (Gamelan Dudul). Pentas perdana pengenalan musik Gadul di gelar di panggung hiburan, halaman komplek RSPD Klaten, Selasa malam (3/4/2018).

Ketua Paguyuban PUSAKA, Gilang Hartanto mengatakan, musik Gadul yang diciptakan kelompoknya adalah pertama dan satu-satunya di Klaten. Meski ada unsyur alat musik moderen berupa orgen, tetapi tidak menghilangkan budaya jawanya karena bunyi-bunyian irama yang keluar dari alat musik orgen adalah irama gamelan.

Semua perangkat gamelan kecuali kendang, dimainkan memakai orgen. Diharapkan kedepan musik Gadul bisa dikenal dan populer dimasyarakat. “ Semua perangkat gamelan dimainkan dengan orgen, kecuali kendang,” ujar, Sekdes Pogung.

Sementara itu, Ketua Panitiya Hari Kartini Klaten, Surti Hartini, dalam sambutannya mengatakan, Klaten sudah terkenal dan diakui sebagai gudangnya seni. Dengan terbentuknya PUSAKA yang menampilkan musik inovasinya yang menyatukan antara dua alat musik itu, membuktikan mereka salah satu paguyuban yang ikut nguri-uri dan melestarikan budaya jawa. Untuk itu, Surti mengajak masyarakat agar tetap mencintai seni budaya.”Milo sumonggo kito pupuk budaya jawa, amrih saget kuncoro lan ngremboko, biar tidak hilang diganti budaya manca,”ujarnya.

Terkait, Wakil Ketua Dewan Kesenian Klaten, FX Setyawan dalam sambutannya mengatakan, Dewan Kesenian Klaten sangat mengapresiasi, bangga dan menyambut baik terbentuknya Paguyuban Seniman Campursari Klaten (PUSAKA) yang menampilkan inovasi musik baru yang diberi nama Gamelan Dudul (Gadul). Lembaga PUSAKA yang baru terbentuk ini terbukti telah mewujudkan dan menjalankan peraturan daerah (Perda) tentang wajib menguri-uri dan  melestarikan seni budaya khususnya dibidang musik Campursari.

Dan malam ini adalah merupakan pertunjukan perdana PUSAKA dengan GADULnya. Diharapkan  yang nantinya inovasi musik GADUL tidak hanya milik PUSAKA saja, melainkan juga akan ditiru oleh paguyuban Campursari lainnya.”Biasanya kalau ada kelompok atau paguyuban itu pagelaran perdananya digelar di RSPD, biasanya akan cepat kondang dan laris,banyak job,” Ujarnya.

Lebih lanjut, FX Setyawan, menambahkan, pemerintah kabupaten klaten telah mencanangkan Trikarsa budaya, antaralain, Pemkab klaten dan semua warga masyarakat wajib Ngluhuraken seni budaya. Pemkab Klaten dan semua warga masyarakat wajib  Ngembakaaken seni budaya. Pemkab Klaten dan semua warga masyarakat wajib Nglestarikan seni budaya.” Sopo maneh sing biso menghargai, nguri-uri lan ngrembakakaken, budoyo jawi, menawi sanes kulo panjenengan sami, dados sanes tiyang monco,” pungkasnya. (N’der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar