Pasca Letusan Freatik Status Gunung Merapi Dinaikkan Dari Normal Menjadi Waspada. 3 Desa Masuk KRB - klakon.com

HEADLINE:

Selasa, 22 Mei 2018

Pasca Letusan Freatik Status Gunung Merapi Dinaikkan Dari Normal Menjadi Waspada. 3 Desa Masuk KRB


KLAKON.com - Letusan Freatik  Gunung Merapi kembali terjadi dengan  menyemburkan abu vulkanik, Senin (21/5/2018) pukul 17.30. Akibatnya hujan abu sempat  mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sleman dan Klaten.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, H Bambang Giyanto SSos MM menyatakan, pasca letusan freatik Gunung Merapi sedikitnya ada 3 desa di Kecamatan Kemalang yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB), antara lain Desa Balerante, Tegalmulyo dan Sidorejo. "Jumlah warga yang berada di KRB 3 tersebut di Desa Balerante 3500 jiwa,  Sidorejo 4500 dan Tegalmulyo 3500 jiwa.

Dalam hal ini, Pemkab Klaten telah mengajukan dana ke Pemerintah Pusat untuk perbaikan jalur evakuasi di wilayah Kecamatan Kemalang sekitar Rp 100 miliar. "Untuk perbaikan jalur evakuasi pemkab sudah ajukan dana Rp 1 milyar kepusat, " paparnya.

Lebih lanjut, Kata Bambang Giyanto, pada Senin malam 21 Mei 2018 sebagian warga sudah mengungsi namun setelah diberitahu BPBD Klaten bahwa Gunung Merapi dengan status waspada masih aman akhirnya warga mau pulang ke rumah masing-masing.

"Saat ini ada tiga selter atau barak pengungsian yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk menampung pengungsi, antara lain di selter Desa Kebondalem Lor Kecamatan Prambanan, Selter Desa Menden Kecamatan Kebonarum dan Selter Desa Demakijo Kecamatan Karangnongko," katanya.

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan, masyarakat agar tetap tenang dan waspada terkait dengan status Gunung Merapi yang naik dari normal menjadi waspada."Termasuk siap mengantisipasi jika Merapi naik lagi statusnya dari waspada menjadi siaga," ujarnya saat jumpa pers, Selasa (22/5/2018) di rumah dinas.

Lebih lanjut, kata Bupati Sri Mulyani, Pemkab Klaten telah menganggarkan dana untuk antisipasi peningkatan status Gunung Merapi.
Untuk penanganan bencana disiapkan dana Rp 500 juta. "Jika sudah dinyatakan darurat Gunung Merapi dana siap dicairkan dan dana Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana Rp 2,3 milyar," urainya.

Bupati Sri Mulyani,  menegaskan, untuk aktivitas galian golongan C akan diperintahkan berhenti jika status Gunung Merapi menjadi siaga. "Pemkab Klaten mohon doa seluruh masyarakat agar Gunung Merapi tetap aman sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,"tegasnya.

Acara jumpa pers, juga di ikuti  Sekda Klaten Drs Jaka Sawaldi MM dan Camat Kemalang Kusdiyono SIP MSi.

Rencananya Rabu (23/5/2018) akan diadakan rakor lintas sektoral di Ruang B1 Pemkab Klaten  antara pemerintah, relawan dan masyarakat. (N'der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar