Rizal Ramli : Tahun 2019 Adalah Pemilu Terlucu. Bukan Capres Tetapi Cawapres Yang Deklarasi - klakon.com

HEADLINE:

Kamis, 10 Mei 2018

Rizal Ramli : Tahun 2019 Adalah Pemilu Terlucu. Bukan Capres Tetapi Cawapres Yang Deklarasi

KLAKON.com - Akhir-akhir ini kita disuguhkan oleh banyaknya elite politik negeri ini yang mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden dalam pemilu 2019 ini dianggap oleh mantan Menteri Perekonomian Bidang Kemaritiman Dr. Rizal Ramli disela-sela seminar nasional di UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, Rabu, (09/05/2018) sangatlah lucu sekali.

Hal ini, menurut dia, dimana pun negara yang sistem politiknya baik pasti yang diperebutkan adalah kursi presiden, bukan posisi wakil presiden.

"Di Amerika Serikat dan Kawasan Eropa misalnya, tidak ada saat menjelang pemilu muncul cawapres semua berlomba-lomba menjadi capres. Tapi yang kita lihat di Indonesia ini sangatlah lucu sekali" kata Rizal Ramli, di hadapan para peserta seminar.

Lebih lanjut, kata dia, dengan hanya menjadi cawapres maka media dan rakyat tidak akan tertarik untuk membahas lebih jauh, karena cawapres hanya akan mengekor kepada capres yang menggandengnya. Ini sangat kontras jika mendeklarasikan sebagai capres yang harus menjabarkan program-program yang ditawarkan untuk kesejahteraan rakyat.

"Jangan-jangan yang pada ramai mendeklarasikan cawapres itu hanya ingin berkuasa dan tidak mementingkan kesejahteraan rakyat. Yang tepat untuk kondisi saat ini, mengajukan diri sebagai capres,"tandasnya.

Seminar di UIN Sunan Kalijaga ini selain menghadirkan Rizal Ramli juga disampaikan oleh Dr. Irfan Syauqi Baik Direktur Puskas Badan Amik Zakat Nasional, Dr. Ali Abdul Mun'im dari Maqashid Institute dan Dr. Suminto Direktur Pembiayaan Syariah Kementrian Keuangan RI. Seminar ini mengambil tema Utang Pemerintah Dan Masa Depan Perekonomian Indonesia.

Sementara itu pengamat Ekonomi Makro Eko Wiratno yang hadir disela-sela seminar menegaskan utang pemerintah dan swasta sudah lebih dari Rp. 4.100 Triliun atau sekitar 29% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Utang kita masih aman karena sesuai UU batas maksimal hutang adalah 60% dari PDB saya minta kepada pemerintah untuk jangan gegabah terkait hutang ini karena jumlah cicilan saja tahun kemarin(2017) sebesar Rp. 560 Triliun atau 1,5x anggaran infrastruktur kita" tegas Dosen dari STIA Madani Klaten ini. (Ewe)

1 komentar:

  1. hutang se enaknya toh yg membayar penguasa berikutnya, sampai anak cucu bangsa,
    #2018GantiGubernurJateng
    #2019 Ganti Presiden

    BalasHapus