Setelah Deklarasi ODF, Bayat Kejar STBM - klakon.com

HEADLINE:

Kamis, 03 Mei 2018

Setelah Deklarasi ODF, Bayat Kejar STBM

KLAKON.com - Setelah mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) Sebagai wilayah kecamatan yang warganya bebas buang air besar sembarangan (BABS). Target kecamatan Bayat selanjutnya, mengejar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada tahun 2020.

Kepala Puskesmas Bayat dr Wahyu Ciptadi, dalam laporannya mengatakan, dengan deklarasi ini maka Bayat sebagai kecamatan ke dua berstatus ODF setelah Kecamatan Cawas. Setelah sebagai kecamatan ODF maka Kecamatan Bayat target selanjutnya sebagai kecamatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada tahun 2020.
"Untuk ODF di kecamatan Bayat, tercatat ada 18 desa yg dinyatakan sebagai desa ODF," ujarnya.

Menurut  dr Wahyu Ciptadi, jumlah warga Bayat sebanyak 69 ribu dan jumlah KK di Bayat 18.714. Untuk mendukung Kecamatan Bayat sebagai wilayah ODF menuju wilayah kecamatan STBM, maka perlu adanya dukungan dari berbagai fihak, diantaranya, Tim STBM Kecamatan dan desa yang terdiri dari Muspika, Kepala Puskesmas Bayat dan sanitarian Puskesmas Bayat.

Terkait, Camat Bayat Edy Purnomo SE mengatakan, atas nama Pemerintah Kecamatan Bayat mengucapkan terimakasih kepada Bupati Klaten yang mendorong penataan Rowo Jombor dan untuk pembersihan eceng gondok sudah 95% tinggal yang menjepit di keramba maupun warung apung. "Nantinya Rowo Jombor dimaksimalkan untuk pengembangan potensi wisata dan pengairan di Klaten," ujarnya.

Lebih jauh, kata Camat Edy, untuk mempertahankan sebagai kecamatan ODF setelah dideklarasikan, maka program selanjutnya Kecamatan Bayat memprogramkan jambanisasi. Karena masih ada sebagian  warga dalam BAB masih menumpang ditempat warga lain maupun ada yang BAB di jamban masjid. 

"Dengan program jambanisasi diharapkan semua nanti warga Bayat nanti punya jamban dan BAB di jamban sendiri," kata Camat.

Berkaitan, Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Bayat Joko Hartono SH (Kades Jambakan) dalam laporannya mengatakan, deklarasi ODF di Bayat berkat dukungan semua komponen masyarakat baik Ketua RT, RW dan warga.

Setelah deklarasi sebagai Kecamatan ODF mohon doa restu untuk dapat mempertahankan sebagai Kecamatan ODF dengan warganya tidak buang air besar sembarangan. Joko Hartono juga melaporkan bahwa pengisian perangkat desa di Bayat berjalan sukses  tanpa ekses.

Lima hal yang mendukung sebagai Kecamatan ODF adalah  lima pilar STBM yang meliputi stop BABS, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Pada acara tersebut juga ditandatangani komitmen sebagai kecamatan ODF oleh Camat Bayat Edy Purnomo serta unsur Muspika Bayat, Kepala Puskesmas Bayat dr Wahyu Ciptadi serta jajaran kepala desa se Kecamatan Bayat.

Penyerahan sertifikat Bayat sebagai Kecamatan ODF disampaikan Bupati Klaten kepada Camat Bayat. Pada kesempatan tersebut Bupati Klaten menyerahkan 60 paket sembako dan beasiswa untuk 5 siswa.

Sementara itu, Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dalam sambutanya mengatakan, atas nama pribadi dan Pemkab Klaten mengucapkan selamat dan sukses kepada Kecamatan Bayat yang telah mendeklarasikan sebagai kecamatan ODF.

"Dengan deklarasi sebagai kecamatan ODF di Bayat, semoga dapat mempengaruhi kecamatan lain untuk deklarasi ODF,"kata Bupati.

Lebih lamjut, Bupati berharap, agar yang sudah diperoleh harus dipertahankan dan sebagai Kecamatan ODF seluruh warga harus cinta kesehatan dan cinta kebersihan. Agar ke depan dapat bersana-sama seluruh kecamatan menjadi ODF tahun 2018. "Sehingga tahun 2019 Kabupaten Klaten dapat dideklarasikan sebagai Kabupaten ODF seperti kabupaten lain yang sudah mendeklarasikan sebagai kabupaten ODF,"ujarnya.

Tentang sambang warga, Bupati Klaten menyatakan, sambang warga untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat. "Untuk Rowo Jombor agar dapat jadi destinasi wisata dapat terwujud untuk menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klaten serta meningkatkan kesejahteraan sekitar Rowo Jombor." (N,der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar