Suci Rogo Suci Jiwo, Nguri-uri Tradisi Padusan di OMAC - klakon.com

HEADLINE:

Kamis, 17 Mei 2018

Suci Rogo Suci Jiwo, Nguri-uri Tradisi Padusan di OMAC

KLAKON.com - Menyambut datangnya bulan suci Romadhon,  bagi masyarakat Jawa ada ritual  tradisi padusan. Dimana sebelum menjalankan ibadah puasa di bulan suci Romadhon terlebih dahulu mereka  mensucikan jiwa dan raga, melalui mandi basah di sumber mata air.

Seperti tahun -tahun sebelumnya, upacara tradisi padusan tingkat Kabupaten Klaten diselenggarakan  di Obyek Mata Air Cokro (OMAC) Kecamatan Tulung. Rabu (17/5/2018) dengan tema; Sesuci Rogo Kanggo Nggayuh Sucining Jiwo.

Ritual tradisi padusan dalam menyambut bulan Ramadhan 1439 H / 2018 M di OMAC  mendapat perhatian  dari masyarakat  Klaten maupun warga dari luar Klaten.

Tari Gambyong Pare anom dari Sanggar Seni Omah Wayang Klaten, untuk menyambut kedatangan bupati Sri Mulyani beserta rombongan.

Kemudian acara pertunjukan dengan menyuguhkan sendratari dengan cerita "Hanggayuah Tirto Suci" Dimana frahmen ini mengisahkan agar Bima yang merupakan salah  satu Pandawa Lima untuk meraih cita-cita dengan mencari air suci dan tingkah laku yang terpuji.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbud pora) Kabupaten Klaten Drs H Pantoro MM mengatakan, OMAC atau sumber air Ingas setiap tahun dijadikan lokasi tradisi padusan,
Untuk mempersiapkan diri agar untuk membersihkan diri menyambut Ramadhani 1439 H.

Selain itu , kata Pantoro,  untuk mempromosikan OMAC sebagai destinasi wisata air yang ada di Kabupaten Klaten, juga untuk mempertahankan acara tradisional padusan yang setiap tahun diselenggarakan.
"Tema acara padusan untuk tahun 2018, adalah Sesuci Rogo Kanggo Hanggayuh Sucining Jiwo," ujarnya

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani, mengatakan, acara perayaan tradisional padusan maknanya untuk menyucikan diri dalam rangka menyambut Ramadhan 1439 H.
Bahwa pemerintah pada sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1439 H  harus disyukuri sehingga ibadah puasa Ramadhan dapat dilakukan secara bersamaan," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Bupati, OMAC sejauh ini sudah menjadi icon wisata padusan setiap tahun menjelang datangnya bulan suci  romadhon. Untuk itu kita akan terus mempromosikan potensi wisata di Klaten tersebut.

"Untuk pengembangan OMAC sebagai obyek wisata pada tahun 2019 akan mendapat bantuan dari pemerintah pusat senilai kisaran 2 milyar  yang nantinya dapat digunakan untuk mempercantik OMAC," kata Bupati.

Dalam menyambut Ramadhan, masih kata Bupati Sri Mulyani, agar seluruh masyarakat Klaten saling menghormati perbedaan dan menjaga kondusifitas keberagaman serta dibebaskan dari tindakan radikalisme dan terorisme.

"Atas nama pribadi, keluarga dan Pemkab Klaten, juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Klaten semoga dapat melaksanakan ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.

Terkait, Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono pada acara itu mengatakan, tradisi padusan di OMAC sangat luar biasa. "Agar ke depan tradisi padusan dapat terus dikembangkan dan dikembangkan dengan inovasi dengan harapan OMAC semakin menarik para  wisatawan,"tegasnya.

Acara padusan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Klaten bersama Kapolres Klaten serta Forkompinda Klaten untuk diserahkan kepada masyarakat yang hadir pada acara padusan. Setelah itu ditandai dengan penyiraman air suci yang dilakukan Bupati Klaten beserta Forkompinda kepada perwakilan mas dan mbak Klaten 2017 serta putra putri lurik Klaten 2018.

Selain itu juga dimeriahkan musik calung dari Yogyakarta. Pada acara ini Bupati Klaten beserta unsur Forkompinda kemudian membagikan uang untuk masyarakat Klaten yang melakukan tradisi padusan. Pembagian uang dilakukan dengan cara disebar di aliran sungai sumber air OMAC  (N'der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar