Grebek Kupat Syawalan di Bukit Sidoguro, 17 Gunungan Kupat Jadi Rebutan - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 22 Juni 2018

Grebek Kupat Syawalan di Bukit Sidoguro, 17 Gunungan Kupat Jadi Rebutan

KLAKON.com - Perayaan tradisional grebek Syawalan tingkat Kabupaten Klaten yang digelar setelah sepekan Idul Fitri 1439 H dipusatkan di Bukit Sidoguro Turis Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, warga masyarakat disuguh 17 Gunungan Ketupat untuk diperebutkan, Jumat pagi, (22/6/2018).

Acara grebek kupat syawalan tersebut dihadiri Bupati Klaten, Sri Mulyani, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), Sekda Klaten Drs H Jaka Sawaldi, staf ahli Bupati Klaten, para asisten Sekda Klaten dan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Klaten. 

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten, Drs H Pantoro MM mengatakan, pada puncak upacara tradisional Syawalan dikirab dan jadi rebutan 17 gunungan ketupat yang berasal dari bantuan masyarakat, antar lain dari Amigo, PT Tirta Investama, Kota Baru, TWC Prambanan.

"Kemudian, bantuan dari perusahaan daerah yang ada di Kabupaten Klaten seperti dari PDAM Klaten, Bank Klaten, Bank Jateng dan  PT Aneka Usaha," katanya.


Masih kata dia, gunungan ketupat dikirab mulai dari pintu masuk Bukit Sidoguro hingga ke atas Bukit Sidoguro tempat acara tradisi Syawalan. Setelah didoakan lalu dilakukan prosesi rebutan ketupat yang didahului dengan penyebaran ketupat secara simbolis oleh Bupati Klaten Hj Sri Mulyani.

Setelah itu, warga secara beramai-ramai melakukan rebutan ketupat yang ada di gunungan ketupat sehingga dalam sekejab ratusan ketupat tersebut ludes jadi ajang rebutan warga masyarakat."

Terkait, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten, Ety Pusparini SH, mengatakan, perayaan tradisional grebek Syawalan di Bukit Sidoguro Komplek Obyek Wisata Rowo Jombor dimulai sejak 17 Juni 2018 dan akan terakhir pada Minggu, 24 Juni 2018.

Menurut Ety Pusparini, selama delapan hari digelarnya Grebek Syawalan di Bukit Sidoguro masyarakat disuguhi penampilan musik campursari dan dangdut dari beberapa grup musik yang berasal dari Klaten dan luar Klaten. 

" Ada musik Dangdut dan Campursari, Arshaka, Sagita, Putra Dewa, Candika Nanda dan New Sadewa, yang ikut memeriahkan perayaan grebek Syawalan," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Ety Pusparini, pada puncak Syawalan yang dihadiri Bupati Klaten,  pihak Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten menyediakan hidangan spesial opor ketupat gratis untuk dinikmati warga pengunjung.

Pengunjung dapat menikmati makanan khas Syawalan yakni opor ketupat secara gratis.Ternyata opor ketupat yang disuguhkan menjadi daya tarik wisatawan untuk meramaikan puncak grebek Syawalan di Bukit Sidoguro."

Pada kesempatan ini, Kabid Pariwisata, Ety Pusparini, promosi, mengajak masyarakat Klaten untuk berwisata dan mengunjungi  obyek wisata yang ada di Klaten. Selain sejumlah wisata budaya, di Kabupaten Klaten juga memiliki beragam wisata alam, meliputi, Bukit Cinta di Bayat, Umbul Ponggok, Polanharjo, Umbul Gedaren, Jatinom, Sendang Pokak, Ceper, Umbul Pluneng, Kebonarum, dan Obyek Wisata Mata Air Cokro (OMAC) di Kecamatan Tulung.
Untuk wisata kerajinan, Klaten juga memiliki banyak pilihan mulai dari kerajinan Gerabah di Bayat dan Wedi, kerajinan Lurik di Pedan, kerajaan Payung di Juwiring, kerajinan handicraft di Kecamatan Karanganom. Ditambah dengan hasil karya disabilitas di Desa Beku, Karanganom."

Sementara itu, Dalam sambutannya, Bupati Klaten, Hj Sri Mulyani mengatakan, pada tradisi Syawalan kali para pengunjung saat rebutan ketupat, jangan sampai ketupat dilempar-lempar dan jangan dibuang karena ketupat merupakan makanan. Setelah rebutan ketupat, agar ketupat yang didapat untuk dibawa pulang dan disajikan sebagai menu makanan dan  ke depan agar perayaan Syawalan terus dipertahankan sebagai destinasi wisata di Kabupaten Klaten. 

Menurut Bupati Sri Mulyani, jika Bukit Sidoguro beserta Rowo Jombor dapat dikemas sebagai obyek wisata yang menarik, maka akan mampu mengundang wisatawan datang di Bukit Sidoguro dan Rowo Jombor. "Sehingga target Pemkab Klaten agar Bukit Sidoguro dan Rowo Jombor sebagai obyek wisata yang mampu menyejahterakan warganya dapat tercapai." (N'der)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar