Klaten Pra Biennale II Gelar Pameran Seni Kontemporer Dengan Melibatkan Seniman Dari Berbagai Daerah - klakon.com

HEADLINE:

Senin, 25 Juni 2018

Klaten Pra Biennale II Gelar Pameran Seni Kontemporer Dengan Melibatkan Seniman Dari Berbagai Daerah

KLAKON.com - Untuk kali keduanya Klaten Biennale menggelar pameran seni kontemporer dengan melibatkan seniman dari Sabang sampai Merauke, pada 29 Juni - 2 Juli 2018, di Monumen Juang 45 Klaten. Sebanyak 15 seniman kontemporer dari berbagai daerah di Indonesia dan 17 karya berskala besar akan tampil pada pameran seni rupa yang mengusung tema “Klaten mBhinnek-Art” tersebut.

Direktur Pra Biennale II Klaten,  Temanku Lima Benua (Liben) di Sanggar Lima Benua di Dukuh Geritan, Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara mengungkapkan, beragam seni,
kontemporer nantinya akan ditampilkan pada pameran tersebut, mulai dari seni lukis hingga performe art, juga ada ruang publik untuk berdiskusi antara masyarakat dengan para seniman.

"Biennale sendiri adalah bersama, atau kerja bersama, disini pesan yang diangkat dalam pameran seni
kontemporer ini adalah Bhinneka Tunggal Ika dan toleransi. "Kegotongroyongan bersama untuk mengangkat ekosistem seni kontemporer,” ungkap Liben.

Lebih jauh, kata Liben, seni kontemporer harusnya memiliki ekosistem antara seniman, Pemerintah dan apresiator. Dengan maksud untuk mengembangkan seni rupa kontemporer. Karena seni rupa kontemporer perlu adanya sinergitas antara seniman, Pemerintah dan apresiator.

"Sampai saat ini masih dijumpai kesenjangan antara seniman muda dan seniman tua. Disini bentuk sinergitas antar seniman masih belum terjalin dengan baik layaknya di kota-kota besar, seperti Jogja dan Solo. Apresiasi dari masyarakat umum, terutama dari kalangan pelajar, itu adalah hal terpenting untuk memajukan seni kontemporer,”kata Temanku Lima Benua.

Masih kata Liben, selama ini dukungan Pemerintah terhadap seni rupa kontemporer dinilai masih sangat minim. Hingga saat ini masih dijumpai sejumlah kesulitan dalam kepengurusan izin untuk menyelenggarakan pameran. Selain itu, di Klaten juga tidak ada lokasi yang memadai untuk menggelar pameran. Sementara ruang ekspresi seni rupa untuk para pelajar terbilang juga sangat minim cenderung tidak ada.

“Dengan diadakannya pameran seni kontemporer ini, kita berharap agar semua unsur, baik seniman, pemerintah dan apresiator dapat membentuk ekosistem untuk memajukan seni kontemporer di Kabupaten Klaten,"harap Liben.

Hal senada juga dikeluhkan Seniman Kontemporer, Danar Hari Kusuma. “Disini masih sangat sulit mendapatkan sarana untuk berekspresi berseni rupa kontemporer. Hal itu karena  minimnya ajang pameran seni lukis disini. Kalaupun ada sifatnya hanya berupa pameran pajangan,"keluhnya. (N'der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar