Perekonomian Syariah Indonesia Siap Hadapi Revolusi 4.0 - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 31 Agustus 2018

Perekonomian Syariah Indonesia Siap Hadapi Revolusi 4.0

KLAKON.com - Bertempat di kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, di Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Kamis(30/08/2018) di selenggarakan Seminar Nasional dan Workshop dengan tema Peluang dan Tantangan Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Syariah dalam menghadapi revolusi industri 4.0 di ruang Amphiteater Gedung Kasman Singodimedjo.

Dr. Herbudhi, Direktur Eksekutif ASBISINDO(Assosiasi Bank Syariah Indonesia) menyampaikan bahwa efek dari revolusi industri tersebut harus diikuti. "Saat ini tingkat penetrasi internet sebesar 57% dan tahun 2020 diharapkan menjadi 88%. Hal ini yang kemudian direspon positif perbankan dengan berbagai inovasi yang memudahkan perbankan, karena di bandingkan negara tetangga seperti Malaysia kita tertinggal,"ungkapnya.

Herbudhi menandaskan bahwa ketika membicarakan ekonomi syariah bukan hanya soal perbankan namun mencakup kegiatan ekonomi makro lain dan ada banyak peluang yang bisa untuk dimanfaatkan.

Seminar nasional tersebut sekaligus menjadi ajang peresmian nomenklatur baru program studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam(FAI) Universitas Muhammadiyah. Dekan FAI UMY Dr. Akif Khilmiyah M.Ag menyampaikan bahwa inovasi tersebut UMY mampu berpartisipasi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten yang dapat berkontribusi secara positif dalam perekonomian syariah di Indonesia.

Sementara itu salah satu peserta Dwi Suci Lestariana, MP menyambut baik kegiatan semacam ini. "Kegiatan ini cukup baik, mengingat ekonomi syariah sekarang mulai menggeliat. Contohnya saja di sektor perbankan syariah di tahun 1998 dan 2008 terjadi krisis regional bank syariah tetap aman," ungkap dosen dari Universitas Boyolali ini.

Ditempat terpisah Pengamat Ekonomi Syariah Eko Wiratno merasa yakin bahwa ekonomi syariah di Indonesia akan tumbuh dengan baik. "Terbukti di tahun 2017 perbankan syariah tumbuh sampai 2 digit tepatnya 11-13 persen. Ini sebuah kemajuan yang cukup signifikan dan di harapkan di tahun ini dan selanjutnya akan terus meningkat," tandasnya. Disinggung terkait di bukanya prodi Ekonomi Syariah di UMY ini menjelaskan bahwa Perguruan Tinggi khususnya yang termasuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah(PTM) harus benar-benar menjadi pioner untuk kemajuan Ekonomi Syariah di Indonesia yang berpenduduk Muslim sebesar 245  juta jiwa. (Ekw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar