Tahun 2020 Klaten Targetkan Deklarasi Sebagai Kabupaten ODF - klakon.com

HEADLINE:

Sabtu, 11 Agustus 2018

Tahun 2020 Klaten Targetkan Deklarasi Sebagai Kabupaten ODF

KLAKON.com - Pemkab Klaten pada tahun 2020 memprogramkan dapat mendeklarasikan sebagai Kabupaten Open Defecation Free (ODF) atau Kabupaten yang semua warganya sudah tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS).  Saat ini sudah ada dua kecamatan yang mendeklarasikan sebagai Kecamatan ODF yakni Kecamatan Cawas dab Bayat serta satu kecamatan yang lolos verifikasi sebagai Kecamatan ODF yakni Kecamatan Gantiwarno.
Demikian disampaikan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani pada acara sambang warga di Desa Tanjungan, Kecamatan Wedi, Klaten, Rabu, (8/8/2018).

Saat ini masih ada 23 kecamatan lagi yang harus bekerja keras untuk mendeklarasikan Klaten sebagai Kabupaten ODF. Untuk itu, harap Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, para camat yang wilayahnya belum lolos verifikasi sebagai Kecamatan ODF agar terus bekerja secara maksimal dengan membuat target yang terarah dan terukur untuk mencapai kecamatan ODF. Sehingga nantinya segera 23 kecamatan lainnya dapat lolos verifikasi sebagai Kecamatan ODF.

 
Pada kesempatan tersebut, Bupati Klaten Hj Sri Mulyani juga mengatakan, dari 19 desa yang ada di Kecamatan Wedi sampai Agustus 2018 ini masih ada lima desa yang masuk kategori desa merah atau desa miskin masing-masing Desa Pasung, Sukorejo, Brangkal, Kaligayam dan Desa Melikan.

Sedangkan untuk tingkat Kabupaten Klaten data terbaru yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah pada tahun 2017 masih ada 101 desa merah sekarang tinggal 88 desa merah.
Bagi desa yang masih masuk desa miskin, kata Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, agar para kepala desanya kreatif melakukan program kerja seperti membuat pelatihan aneka usaha dan menyampaikan bantuan permodalan baik ke Pemkab Klaten, Pemprov Jateng dan pemerintah pusat.

Dengan begitu nantinya, kata Bupati Sri Mulyani, desa yang masuk kategori desa miskin warganya dapat diikutkan pelatihan seperti aneka usaha antara lain konveksi, usaha membuat makanan, pelatihan membuat dawet atau usaha lain. "Sehingga nantinya warga dapat menghasilkan uang secara mandiri dari usaha yang dilakukannya dan akhirnya kesejahteraan warga meningkat,"ujarnya.

 
Pada kegiatan sambang warga di Desa Tanjungan, Wedi, Bupati Sri Mulyani juga memberikan kuis pertanyaan dengan hadiah sepeda. Kuis pertanyaan diberikan kepada beberapa siswa Sekolah Dasar dan hadiah sepeda akhirnya diraih oleh Mia Karunias Tuti (6 tahun), siswa kelas SDN 1 Tanjungan Wedi yang berhasil menjawab kuis Bupati Klaten tentang hafalan Pancasila.

Mia Karunias Tuti yang didampingi Marinem, ibunya, yang merupakan warga Dukuh Gedongan RT 05 RW 10 Desa Brangkal, Wedi berhasil menghafal Pancasila dengan lancar dan diberi hadiah sepeda oleh Bupati. (Jks)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar