Tolak Permen LHK, Ratusan Penangkar dan Penghobi Burung Klaten Gruduk Kantor DPRD - klakon.com

HEADLINE:

Kamis, 16 Agustus 2018

Tolak Permen LHK, Ratusan Penangkar dan Penghobi Burung Klaten Gruduk Kantor DPRD

KLAKON.com – Karena dinilai sangat merugikan dan mengancam keberlangsungan penangkaran burung yang ada di Klaten. Selasa, (14/8/2018) ratusan orang penangkar dan penghobi burung yang tergabung dalam Asosiasi Penangkar dan Penghobi Burung Klaten (APPBK) mendatangi Kantor DPRD Klaten, untuk menyampaikan aspirasinya menolak, terkait dikeluarkannya peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No P 20/MENLHK/2018.

Mereka para penangkar dan penghobi burung berkumpul di Alun-alun Kota Klaten, kemudian berjalan menuju kantor DPRD Kabupaten Klaten dengan membawa berbagai poster bertuliskan penolakan permen tersebut.

Dengan meneriakkan yel-yel penolakan permen LHK, para demotrans tersebut juga membawa kurungan serta burung jalak selama aksi berlangsung. Setelah sampai di depan kantor DPRD mereka melakukan orasi dengan melepas beberapa ekor burung ternaknya jenis Jalak Suren.

Andri Suryanto (24), salah satu pendemo, warga Kalikotes, mengatakan, bahwa peraturan pemerintah tersebut dinilai sewenang-wenang dengan telah memasukan beberapa jenis burung yang selama ini sudah berhasil diternak warga Klaten dan sudah menjadi usaha dan berhasil mengangkat perekonomian, termasuk dalam Permen tersebut.

"Penolakan para penangkar dan penghobi itu dilakukan lantaran dalam peraturan baru terdapat sejumlah burung yang masuk kategori dilindungi," ujarnya.

Senada, peserta aksi lain, yang juga seorang penggemar burung jalak, Dwi Sugiarto (34) mengatakan, peraturan pemerintah yang mengatur beberapa jenis burung yang dilindungi, seperti jalak suren, cucak rawa, dan murai tersebut sudah banyak diternak oleh para penangkar dan penghobi burung di Klaten.

“Kami merasa keberatan jika  permen LHK itu diterapkan di Klaten. Karena, itu sama saja membunuh usaha dan matapencaharian  para penangkar burung yang ada, artinya akan banyak pengangguran disini," ujarnya, disela teriakan orasi pendemo. (N'der).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar