Klaten Semarak Kethoprak, 25 Kecamatan Ikuti Festival - klakon.com

HEADLINE:

Senin, 26 November 2018

Klaten Semarak Kethoprak, 25 Kecamatan Ikuti Festival

KLAKON.com - Menuju Klaten semarak Kethoprak, Dewan Kesenian Klaten, bertekad untuk nguripke, Ngurubke, Ngirabke, seni budaya khususnya kethoprak. Hal tersebut bukan sekedar ngoyoworo dan mengada-ada hanya berupa slogan belaka. Terbukti budaya seni kethoprak benar-benar menjadi prioritas utama selain Pagelaran Wayang kulit, sebagai agenda rutin kegiatan tahunan Dewan Kesenian. 
Setelah sukses dengan menggelar festival Kethoprak usia anak sekolah dari tingkat SD,SMP dan SLTA, kemudian Dewan Kesenian Klaten berinovasi Ngurubke dengan menggelar Festival Kethoprak tingkat Kecamatan.
Mulai hari ini, Senin, (26/11/2018) hingga (30/11/2018) selama 5 hari di panggung terbuka komplek RSPD Klaten, festival kethoprak tingkat kecamatan di buka. 
Dari 26 kecamatan yang ada 25 kecamatan siap tampil mengikuti festival. Hanya kecamatan Polanharjo yang absen mengikuti festival kethoprak dengan alasan tidak ada yang bisa main kethoprak.
Demikian dikatakan Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten, FX Setiawan DS SH MM MH didampingi Ketua Komite Teater Wankes Klaten, Joko Kristanto dan Humas Wankes Klaten, Jimbling Supriyadi di Kantor Sekretariat Wankes Klaten di Kompleks RSPD Klaten, Senin pagi, 26 November 2018.
FX Setyawan menjelaskan, setiap kecamatan tampil satu jam dan festival ketoprak hari pertama Senin, 26 November menampilkan lima kecamatan dimulai pukul 08.30 WIB Kecamatan Pedan dengan cerita Trunojoyo Tundhung (Kajoran) disusul Kecamatan Karangnongko dengan lakon Tresno Pinagas Peksa (Sri Huning).
Setelah itu pukul 20.30 WIB acara pembukaan yang dilanjutkan penampilan Kecamatan Klaten Selatan dengan cerita Ampak-Ampak Majapahit (Sora Gugur), lalu Kecamatan Tulung dengan lakon Ki Ageng Sela Gringging dan Kecamatan Karangdowo dengan lakon Joko Tarub.
Festival ketoprak hari kedua, Selasa, 27 November menampilkan 6 kecamatan dimulai pukul 18.30 WIB Kecamatan Kalikotes dengan lakon Ranggalawe Gugur, Kecamatan Gantiwarno menampilkan Ndaru Singosari, Kecamatan Cawas lakon Kidung Kasetyan (Kalang Wisa Betak), Kecamatan Karanganom dengan cerita Brandal Lokajaya, Kecamatan Klaten Tengah cerita Sri Tanjung dan Kecamatan Trucuk mengangkat lakon Hayam Wuruk Jumeneng Ratu.
Kemudian festival ketoprak hari ketiga, Rabu, 28 November 2018 juga menampilkan 6 kecamatan dimulai pukul 18.30 WIB  Kecamatan Kemalang dengan cerita Penangsang Gugur, Kecamatan Wonosari lakon Mustika Tuban, Kecamatan Klaten Utara dengan cerita Damarwulan Minakjingga, Kecamatan Prambanan dengan cerita Ontran-ontran Surakarta, Kecamatan Manisrengga lakon Sukerta Bumi Pajang dan Kecamatan Kebonarum dengan lakon Sabaya Mukti Sabaya Mati.
Untuk festival ketoprak hari ke empat, Kamis, 29 November menyuguhkan ketoprak 5 kecamatan dimulai pukul 18.30 WIB   Kecamatan Juwiring dengan lakon Darpo Kayun Ampak-Ampak Singosari, Kecamatan Ngawen lakon Tundhung Madiiun, Kecamatan Ceper dengan cerita Mataram 1647 M, Kecamatan Bayat lakon Amukti Palapa dan Kecamatan Jogonalan dengan lakon Ki Ageng Mangir Mbalela.
Lebih jauh, diungkapkan, festival ketoprak hari ke-5, Jumat, 30 November 2018 menampilkan tiga kecamatan dimulai pukul 18.30 WIB Kecamatan Jatinom lakon Tingkir Winisuda, Kecamatan Wedi dengan cerita Labuh Tresna Sabaya Pati dan Kecamatan Delanggu dengan lakon Harya Penangsang Mbalela.  Dewan Juri festival ketoprak kecamatan yang digelar Wankes Klaten ada tiga orang masing-masing ST Wiyana S Kardari dari Wankes Kota Surakarta, Drs Hanindawan dan Ki Suwita Radya SKar dari Wankes Klaten. (N'der).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar