Menteri PPPA Lantik Srikandi Sungai Indonesia di Taman Bambu - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 09 November 2018

Menteri PPPA Lantik Srikandi Sungai Indonesia di Taman Bambu

KLAKON.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prof Yohana Susana Yembise, Kamis sore, (8/11/2018) melantik  Srikandi Sungai Indonesia (SSI) yang diadakan di Taman Bambu Senopaten Dukuh Klumutan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten.

Pada acara tersebut Menteri PPPA, Yohana Susana Yembise juga melantik Bupati Klaten Hj Sri Mulyani sebagai Pembina Daerah SSI Kabupaten Klaten serta melantik beberapa Pembina Daerah SSI kabupaten/kota di Jawa Tengah. Setelah itu dilanjutkan sambutan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dan sambutan perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Pelantikan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani sebagai Pembina Daerah SSI Klaten dan pelantikan Pembina Daerah SSI Kabupaten/Kota di Jawa Tengah ditandai dengan pengalungan selendang oleh Menteri PPPA Yohana Susana Yembise.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PPPA Yohana Susana Yembise juga meresmikan  Taman Sungai di Dukuh Klumutan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan buku taman sungai. Pada kesempatan tersebut, Menteri PPPA Yohana Susana Yembise juga menerima cindera mata dan sempat melakukan foto bersama dengan pembina daerah SSI dan anggota SSI.

Ketua panitia, Arif Fuad Hidayatullah, yang juga relawan peduli sungai dalam laporannya mengatakan, Srikandi Sungai Indonesia yang dilantik antara lain dari kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se Klaten, pelajar peduli  sungai dan dari organisasi kemayarakatan (ormas) perempuan yang ada di Klaten."

Terkait, Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dalam sambutannya mengatakan, dengan pelantikan SSI maka agar SSI Kabupaten Klaten terus kompak dan giat dalam menjaga sungai agar tetap bersih dan lingkungannya tetap sehat dan terhindar dari sampah.  Dengan pelantikan SSI semoga Klaten ke depan semakin baik dan semoga semua komunitas peduli sungai di Kabupaten Klaten terus kompak dalam menjaga sungai di Klaten tetap bersih apalagi saat ini Klaten sebagai juara 1 lomba komunitas peduli sungai tingkat nasional tahun 2018."

Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri PPPA Yohana Susana Yembise mengatakan,  selain menjadi kelompok yang paling rentan terkena kekerasan dan eksploitasi, perempuan juga rentan terkena dampak perubahan iklim.  Karena perubahan iklim menjadi salah satu pemicu terjadinya bencana alam termasuk juga di Indonesia yang berada di daerah rawan bencana. Dan faktanya saat terjadi bencana alam, jumlah perempuan yang bertahan lebih sedikit dibanding laki-laki.

Lebih lanjut, kata  Menteri PPPA Yohana Susana Yembise, penanganan pasca bencana yang tidak responsif gender pastinya akan berdampak terhadap perempuan. Kaum perempuan merupakan bagian dari agen perubahan yang secara efektif dapat melakukan upaya mitigasi perubahan iklim.
Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Deputi bidang Kesetaraan Gender bekerjasama dengan Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada (UGM) yang merupakan sekretariat Srikandi Sungai Indonesia (SSI) Pusat, kembali mengukuhkan Srikandi Sungai Indonesia tepatnya di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pengukuhan SSI Kabupaten Klaten 2018 diselenggarakan bersamaan dengan Peresmian Taman Sungai Ramah Perempuan dan Anak Klaten.

"SSI merupakan sebuah forum perempuan penggiat pengelolaan lingkungan yang dilakukan secara partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan. Pengelolaan lingkungan disinyalir dapat menjadi salah satu upaya antisipasi dampak perubahan iklim," tandas Menteri Yohana.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PPPA Yohana Susana Yembise juga memaparkan beberapa Undang-Undang dan peraturan pemerintah yang menyangkut tentang perlindungan anak. (N'der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar