Kupas Sejarah Seni Budaya Wankes Klaten Gelar Sarasehan Kebudayaan - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 07 Desember 2018

Kupas Sejarah Seni Budaya Wankes Klaten Gelar Sarasehan Kebudayaan

KLAKON.com - Dewan Kesenian (Wankes) Klaten, Kamis (6/12/2018)    mengadakan sarasehan kebudayaan bertempat di Gedung PGRI Jalan Dewi Sartika Klaten Nomor 42 Klaten. Sarasehan kebudayaan dibuka Bupati Klaten Hj Sri Mulyani yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Drs H Pantoro MM.

Ketua Harian Wankes Klaten, FX Setiawan DS, dalam laporannya mengatakan, dalam sarasehan kebudayaan Wankes Klaten mengundang  sebanyak 350 peserta terdiri dari pengurus Wankes Klaten, pengurus Wankes di 26 kecamatan yang ada di Klaten. Selain itu, Wankes Klaten juga mengundang pengelola sanggar seni budaya yang ada di Klaten serta mengundang para guru kesenian.

FX Setiawan, mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan sarasehan kebudayaan untuk mengupas sejarah seni budaya yang ada di Klaten, termasuk peran seni budaya dalam memajukan berbagai potensi budaya yang dimiliki. "Juga membahas seni budaya dalam memajukan potensi ekonomi daerah yang dimiliki masyarakat Kabupaten Klaten," ujarnya.

Para narasumber pada sarasehan kebudayaan, Bupati Klaten diwakili Kepala Disparbudpora Klaten Drs H Pantoro MM dengan materi  Seni budaya Klaten maju, mandiri dan berdaya saing.

Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto, dengan materi Seni tradisi dari oleh dan untuk rakyat. Dan Ketua Umum Wankes Klaten yang disampaikan Ketua Harian Wankes Klaten FX Setiawan DS, menyampaikan materi Tri karsa budaya menuju harmoni sosial. Kemudian, Sudarsono SSn MSn dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dengan materi Kebudayaan Jawa sebagai spirit ekonomi masyarakat. Serta, Deny Wahju Hidayat SS MA dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah dengan materi Sejarah Klaten dalam bingkai cagar budaya.

Kepala Disparbudpora Klaten, Drs H Pantoro MM,  pada sarasehan kebudayaan tersebut mengucapkan terimakasih kepada Wankes Klaten yang telah berhasil menyelenggarakan sarasehan kebudayaan.

Pasalnya, Klaten yang terletak di antara kota budaya besar Jogjakarta dan Surakarta juga dikenal sejak dahulu kala mempunyai potensi seni budaya yang adi luhung serta lestari hingga sekarang.

Maka dari itu, kata H Pantoro, melalui sarasehan kebudayaan menjadi memomentum untuk meneguhkan kembali komitmen para pelaku seni budaya termasuk Wankes Klaten selaku lembaga yang mengelola semua potensi seni budaya di Kabupaten Klaten.

Melalui sarasehan kebudayaan semoga menjadi wahana untuk memantapkan kembali komitmen dan sikap Wankes Klaten serta pelaku seni budaya di Klaten untuk terus melestarikan seni budaya yang ada di tengah masyarakat Klaten, sehingga seni budaya dapat menjadi tuan rumah di negerinya sendiri serta tidak tergerus cepatnya kemajuan teknologi.

Deny Wahju Hidayat SS MA dari  BPCB Provinsi Jawa Tengah yang berkedudukan di Prambanan, Klaten dalam paparannya mengatakan, masyarakat Klaten memiliki leluhur nenek moyang yang sangat luar biasa. Buktinya, keberadaan aneka candi di Klaten seperti Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Sojiwan, Candi Merak dan candi-candi lainnya yang memiliki nilai seni tinggi telah dimiliki nenek moyang Kabupaten Klaten.

Dengan melihat ornamen yang ada di candi-candi tersebut, kata Deny Wahju Hidayat, membuktikan para leluhur masyarakat Klaten memang orang seni. Maka wajar di era kekinian aneka seni budaya tradisional juga masih banyak lestari di masyarakat sebut saja wayang, seni pedalangan, seni karawitan yang hampir semua kecamatan bahkan semua desa memilikinya.
Sedangkan Sudarsono SSn MSn dari  ISI Surakarta  pada kesempatan tersebut menegaskan, ISI Surakarta siap menjalin kerjasama dengan Wankes Klaten dalam rangka mempertahankan dan melestarikan seni budaya tradisional.

Caranya, ISI Surakarta siap menerjunkan mahasiswanya untuk mendampingi berbagai latihan seni budaya yang dikelola Wankes Klaten seperti latihan karawitan, latihan ketoprak, latihan seni wayang dan pedalangan maupun aneka seni budaya lainnya. (N'der)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar