RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Bersinergi Dengan Media Massa Tingkatkan Pelayanan, Sarana dan Prasarana Kesehatan - klakon.com

HEADLINE:

Rabu, 19 Desember 2018

RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Bersinergi Dengan Media Massa Tingkatkan Pelayanan, Sarana dan Prasarana Kesehatan

KLAKON.com -- Diusianya yang menginjak 91 tahun, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Soeradji Tirtonegoro bersinergi dengan media massa yang ada di Klaten, dengan mengambil tema " Pengembangan Pelayanan RSUP dr Soeradji Tirtonegoro." Rabu, (19/12/2018) disalah satu Rumah Makan di Klaten.

RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, berkomitmen selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya. Dengan berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga masyarakat, khususnya warga Klaten.

Hal tersebut dibuktikan dengan pencapaian RSST dengan mendapat Predikat Lulus Paripurna dalam Akreditasi SNARS (Standar Nasional Akreditasi  Rumah Sakit) Edisi I yang berlaku mulai 3 Desember 2018- 2 Desember 2021 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Selain itu RSST juga telah mendapatkan ijin operasional sebagai Rumah Sakit Umum Pusat Kelas A dari Badan Koordinasi Penanaman Modal RI.

Direktur Utama RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, dr Endang Widyaswati Mkes, mengatakan, upaya untuk meningkatkan mutu terus menerus kita lakukan sehingga kita mendaparkan akreditasi paripurna binta lima dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Tentunya perlu kita jaga dan pertahankan dengan melakukah langkah-langkah startegis untuk meningkatkan mutu dan budaya keselamatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dr Endang, guna memacu mutu pelayanan rumah sakit terus dilakukan survey terkait kepuasan pasien secara internal. Hasilnya pada semester pertama tahun ini mendapatkan poin sekitar 80 sehingga menjadi catatan tersendiri bagi rumah sakit. "Hasil survey pada Desember kali ini di semester dua mengalami peningkatan," tandasnya.

Masih kata dr Endang, inovasi yang dilakukan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tidak hanya membangun sistem secara online semata. Sebagai rumah sakit kelas A terus meningkatkan sar"ana prasaranan dalam menunjang pelayanan kesehatan. Seperti menghadirkan gedung instalansi rawat jalan terpadu yang memiliki lima lantai.

“Nantinya seluruh poliklinik akan tertampung di sana semua. Pembangunan gedung ini untuk menyikapi hasil survey kepuasan pasien pada 2015 lalu. Mengingat rawat jalan yang saat ini ada hanya kita alokasikan bagi 300 pengunjung saja. Padahal sekarang yang membutuhkan layanan hingga 1100 orang,” ujarnya.

Dikatakan, akibat tidak memenuhi kebutuhan masyarakat itu membuat pengunjung sering kali duduk di lantai. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana sudah tidak memuat sehingga perlu dibangunakan gedung terpadu. Kini banguanan yang menghabiskan anggaran Rp 72 milyar itu sudah dilakukan soft launching pada 19 November lalu."

Lebih jauh, kata dr Endang, dalam menghadapi era industri 4.0 ini peran teknologi informasi sangat penting. Saat ini kita tengah mengembangkan rekam medis dan catatan pasien secara elektronik. Termasuk seluruh birokrasi yang manual nantinya bertahap kita ubah sistemnya secara elektronik juga sehingga layanan semakin cepat."

Sejauh ini, pihaknya sudah mempersiapkan kemampuan para progromer beserta hardware-nya dalam membangun sistem pelayanan yang efektif. "Pendaftaran layanan kesehatan pada poliklinik secara online yang bisa dilakukan satu hari sebelum pemeriksaan," pungkasnya. (Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar