Tingkatkan Pengelolaan Seni dan Budaya Wankes Klaten Adakan Diklat Manajemen Kelembagaan - klakon.com

HEADLINE:

Selasa, 04 Desember 2018

Tingkatkan Pengelolaan Seni dan Budaya Wankes Klaten Adakan Diklat Manajemen Kelembagaan

KLAKON.com - Dalam rangka program peningkatan mutu dan kapasitas pengelolaan kegiatan seni dan budaya di Kabupaten Klaten, Dewan Kesenian (Wankes) Klaten, Selasa, (4/12/2018) mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) manajemen kelembagaan di Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten.

Diklat manajemen kelembagaan diikuti pengurus Wankes Klaten dan pengurus Wankes Kecamatan dari 26 kecamatan yang ada di Klaten.

Ketua Harian Wankes Klaten, FX Setiawan DS SH MM MH mengatakan, diklat manajemen kelembagaan bagi pengurus Wankes Klaten dan Wankes tingkat kecamatan se Klaten menghadirkan narasumber dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Klaten, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten serta dari Sekretariat Kantor Wankes Klaten.

Tujuan diklat manajemen kelembagaan, kata Setiawan, untuk memberikan pemahaman dan pengertian pengurus wankes tentang pengelolaan dana hibah tahun 2018 baik dari segi kegiatan maupun laporan praktikum," ujarnya.

Masih kata Setiawan, Wankes Klaten mengelola enam cabang seni dengan 14 komite. Untuk enam cabang seni yang ditangani Wankes Klaten masing-masing seni rupa, seni sastra, seni tari, seni musik, seni teater dan seni media rekam. Kemudian untuk komite merupakan perincian dari masing-masing cabang seni tersebut.

Perincianya lanjut, dia, cabang seni rupa terdiri dua komite yakni komite seni rupa 2 dimensi (2D) atau seni lukis dan 3D atau patung dan bentuk kerajinan. Cabang seni sastra juga dua komite yakni sastra Indonesia dan sastra Jawa, cabang tari ada dua komite yaitu komite tari klasik dan komite tari kreasi. Cabang seni musik ada dua komite seni musik pentatonis dan komite seni musik diatonis.

Kemudian cabang seni teater ada empat komite masing-masing komite pedalangan, komite ketoprak, komite srandul dan komite sronthol. Lalu cabang seni media rekam ada dua komite yakni komite media  visual dan komite audio visual. Wankes Klaten juga didukung komite sekretariat dan komite humas.

Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan wankes kecamatan juga mendapat alokasi dana hibah Rp 3 juta dari wankes Klaten untuk pendataan potensi seni yang ada di setiap kecamatan. Pendataan potensi seni tersebut sebagai dasar penyusunan data base potensi seni budaya yang diharapkan tersusun pada tahun 2020 mendatang," paparnya.

Sementara itu, Staf BPKD Klaten, Widodo pada kesempatan ini mengungkapkan, laporan Wankes Klaten dalam penggunaan dana hibah Rp 1,3 miliar paling lambat 10 Januari 2019 karena pada Pebruari 2019 sudah ada pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Untuk laporan yang dibutuhkan hanya dua yakni pengantar dan perincian penggunaan dana dan untuk kwitansi disimpan di Wankes Klaten sebagai dokumen," ungkapnya.

Terkait, Maria mewakili Disparbudpora Klaten menjelaskan, dalam penggunaan dana hibah ini Disparbudpora berfungsi sebagai verifikator dan mengingatan batas akhir  pencairan dana dan batas akhir kegiatan. Sehingga seluruh kegiatan Wankes Klaten yang didanai dari dana hibah dapat terlaksana dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara baik," jelasnya. ( Jeks )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar