Dongeng Kebangsaan Mahfud MD : Jaga kemerdekaan, Pemilu Jangan Golput - klakon.com

HEADLINE:

Senin, 21 Januari 2019

Dongeng Kebangsaan Mahfud MD : Jaga kemerdekaan, Pemilu Jangan Golput

KLAKON.com - Prof Dr Mohammad Mahfud MD, SH, SU menyatakan, pada Pemilihan Umum (Pemilu)  2019 agar rakyat yang sudah mempunyai hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya dan jangan sampai golput.  Karena pemimpin tetap lahir meskipun ada warga yang tidak memilih dan warga yang tidak memilih nantinya tetap terikat dengan keputusan pemimpin sehingga pada Pemilu lebih baik memilih.

Pernyataan Prof Dr Mohammad Mahfud MD, SH, SU yang akrab disapa Prof Mahfud MD tersebut disampaikan pada acara bertajuk “Dongeng Kebangsaan Mewujudkan Pemilu Ceria” yang diselenggarakan di Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten, Jumat sore (18/1/2019).

Acara yang digelar atas kerjasama Pemkab Klaten dan Polres Klaten tersebut dalam rangka mewujudkan situasi Kabupaten Klaten yang aman dan damai dalam rangka menyongsong Pemilu 17 April 2019.
Lebih lanjut Prof Mahfud MD mengungkapkan, masyarakat jangan golput karena Pemilu untuk mengisi kemerdekaan dan untuk masa depan bangsa.

Agar masyarakat mau berkorban untuk negara dan mau mencintai negara karena pada hakekatnya semua perjuangan untuk kelangsungan Bangsa Indonesia.
Prof Mahfud MD menjelaskan, Pemilu merupakan sarana untuk memilih pemimpin baik sebagai Presiden, Wakil Presiden, Anggota DPR, Anggota DPD, Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, untuk memilih Gubernur dan memilih Bupati/Walikota. Pemilu diadakan setiap lima tahun sekali, maka Pemilu jangan sampai membuat masyarakat pecah karena dalam Pemilu beda pilihan tidak apa-apa dan tidak masalah. 

Setelah Pemilu selesai, kata Prof Mahfud MD, maka tahapan Pemilu juga harus sudah selesai, yang menang didukung karena itu pilihan rakyat. Keamanan dan ketertiban dijaga secara bersama-sama oleh polisi dan TNI, serta seluruh komponen masyarakat tetap kompak pada posisi dan tugasnya masing-masing.

Menjaga Kemerdekaan
Pada kesempatan tersebut, Prof Mahfud MD menyatakan, Klaten mempunyai Bupati yang dijabat Ibu Sri Mulyani, punya Kapolres, punya Dandim, karena Indonesia merdeka sehingga bisa memilih pemimpinnya sendiri. Dengan kemerdekaan memberikan warganya untuk meraih mimpi dan cita-citanya ada yang dapat menjadi presiden, menjadi menteri, menjadi guru dan sebagainya.

Maka dari itu,  Prof Mahfud MD berpesan, agar seluruh rakyat Indonesia menjaga kemerdekaan, karena dengan kemerdekaan rakyat boleh meraih apa yang dicita-citakan. Kemudian, agar rakyat mau membela dan mencintai negaranya seperti pada perang kemerdekaan dan perang mempertahankan kemerdekaan para santri di Surabaya dengan resolusi jihad KH Hasyim Asyhari pada 10 November 1945 mampu mengalahkan tentara sekutu yang akan kembali menguasai Indonesia.

Cinta pada tanah air, lanjut Prof Mahfud MD, merupakan ciri  bagian dari iman. Maka dari itu di Indonesia ada organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang merupakan dua sayap kebangsaan untuk merawat dan menjaga Indonesia dari ancaman khilafah.

Pada kesempatan tersebut Prof Mahfud MD melantunkan syair Hubbul Wathon Minal Iman yang mampu membangkitkan warga NU cinta tanah air Indonesia. Kemudian Prof Mahfud MD juga menyanyikan mars Muhammadiyah Sang Surya yang juga mampu membangkitkan warga perserikatan Muhammadiyah untuk mencintai tanah air Indonesia.

Tidak Usah
Merasa Paling Benar
Pada kesempatan tersebut, Prof Mahfud MD juga menegaskan, Bangsa Indonesia dibangun atas rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga sesama anak bangsa tidak usah merasa paling benar, yang penting yakin bahwa yang dijalani adalah benar.

Karena di Indonesa ada enam agama yang diakui masing-masing Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu, sehingga semua, sehingga agar semua umat beragama senantiasa dapat membangun kebersamaan di atas perbedaan yang ada.
Pada tahun 1928, kata Prof Mahfud MD, para pemuda Indonesia memelopori Sumpah Pemuda yang menekankan menjaga persatuan dalam perbedaan dalam ikatan primordial.

Seluruh komponen Bangsa Indonesia harus bersatu membangun bersama dalam geo politik sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau lebih 17.400 pulau, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia sebanyak 260 juta jiwa lebih  dan dengan kekayaan alam terbesar di dunia.

Maka dari itu, tegas Prof Mahfud MD, potensi Bangsa Indonesia itu harus dikelola secara kompak dan tidak ada korupsi. Karena jika di Indonesia tidak ada korupsi dengan didukung kekayaan alam yang melimpah maka setiap warga negara dapat meraih penghasilan sebesar Rp 20 juta per bulan.

Guru Agama
Prof Mahfud MD pada kesempatan tersebut juga mengisahkan perjalanan kariernya yang diawali tanah kelahirannya di Pulau Madura yang dulu dikenal sebagai daerah terbelakang. Prof Mahfud MD semula bercita-cita menjadi guru mengaji di desanya, sehingga oleh orang tuanya disekolahkan di sekolah guru agama.

Setelah lulus dan menjadi guru agama Mahfud MD yang lahir pada 13 Mei 1957, bercita-cita lagi menjadi hakim sehingga kuliah di Fakultas Hukum di Yogyakarta dan berhasil menjadi hakim. Setelah itu bercita-cita menjadi dosen dan berhasil menjadi dosen di Yigyakarta hingga menjadi guru besar. Bahkan, Mahfud MD juga berhasil menduduki jabatan sebagai anggota DPR, Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkum HAM)  pada Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Menteri Pertahanan, menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi dan menjadi Hakim Konstitusi. 

Maka dari itu, kata Prof Mahfud MD, dirinya tidak marah dan tidak kecewa meskipun tidak jadi diumumkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Capres Ir H Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2019 ini. Prof Mahfud MD mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyukseskan Pemilu 2019 sehingga terpilih pemimpin untuk meneruskan mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.

Sementara itu Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Prof Dr Mohammad Mahfud MD, SH, SU yang berkenan memberikan pencerahan melalui dongen kebangsaan di Kabupaten Klaten. Dengan harapan agar Kabupaten Klaten yang akan menggelar Pilkades serentak di 270 desa pada 13 Maret 2019 dan Pemilu 17 April 2019 dapat berjalan aman dan lancar serta dalam suasana yang kondusif.

Dongeng Kebangsaan Mewujudkan Pemilu Ceria dihadiri seluruh komponen masyarakat Klaten dan jajaran pejabat Pemkab KLaten. Tampak hadir pada acara tersebut Kapolres Klaten AKBP  Aries Andhi  serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Klaten.  Setelah Prof Mahfud MD selesai menyampaikan paparannya dilanjutkan sesi dialog interaktif yang dipandu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten, Drs H Syamsuddin Asrofi, MHum. (Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar