Klaten Lumbung Beras Nasional, Bupati : Tidak Benar Ada Serbuan Beras Import - klakon.com

HEADLINE:

Rabu, 16 Januari 2019

Klaten Lumbung Beras Nasional, Bupati : Tidak Benar Ada Serbuan Beras Import

KLAKON.com - Tidak benar dan tidak ada serbuan beras impor di Kabupaten Klaten. "Bahkan di Kabupaten Klaten  sampai Januari 2019 masih surplus beras sebanyak 131.188 ton, karena selama ini Klaten dikenal sebagai lumbung beras nasional."

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani didepan puluhan wartawan Klaten baik dari media cetak, media elektronik dan media online, saat meninjau penggilingan padi milik Harjono (68 tahun) warga Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Klaten, Rabu siang, (16/1/2018).

Hal tersebut terkait dengan pidato kebangsaan Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto yang digelar di JCC Plenary Hall, Jakarta, Senin malam, 14 Januari 2019, yang sempat viral di medsos.

Bupati menandaskan, sejauh ini tidak benar dan tidak ditemukan adanya serbuan beras impor di Kabupaten Klaten dan tidak ada petani di Klaten yang resah karena beras impor.

Karena, kata Bupati Sri Mulyani, luas panen padi di Klaten seluas 74.372 hektar dengan produktivitas  5,8 ton per hektar. Kemudian produksi gabah di Klaten sampai Januari 2019 sebanyak 431.359 ton atau setara 259.291 ton beras dan untuk kunsumsi beras rakyat Klaten 125.103 ton.

Sementara, untuk harga gabah di tingkat petani Rp 5.600 sampai Rp 5.700 per kilogram dan harga gabah pembelian pemerintah Rp 4.600 per kilogram. Sedangkan harga beras premium Rp 10.300 per kilogram dan harga beras medium Rp 9.600 per kilogram, sehingga harga beras di Klaten tidak anjlok namun juga terjangkau masyarakat," tandas Bupati.

Terkait, Harjono salah seorang pengusaha penggilingan padi, yang juga sebagai ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu kepada wartawan mengatakan, di Klaten tidak ada serbuan beras impor dari luar negeri. "Karena harga beras masih stabil dan petani tidak merasa dirugikan dengan harga beras tersebut dan dengan harga beras saat ini juga masih terjangkau oleh masyarakat," ujarnya.

Lebih jauh, kata Harjono menandaskan, tidak benar dan tidak ada beras impor di Klaten, yang ada adalah para tengkulak atau penebas padi dari kabupaten lain masuk di Klaten, namun para pengusaha padi di Klaten selama ini juga mampu membeli harga padi atau gabah petani sesuai dengan  Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah."

Turut mendampingi sidak Bupati Sri Mulyani ke tempat penggilingan padi di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Klaten, diantaranya, Asisten II Sekda Klaten Drs H Purwanto AC MSi, Kepala Dinas   Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten, Ir Widiyati  dan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disdagkop dan UMKM) Klaten, Drs H Bambang Sigit Sinugroho MM dan Kabag Umum Ny Rina. Kemudian juga hadir Camat Delanggu, Sri Wahyuni SH MH serta Kepala Desa Kepanjen, Ny Sutarno. (Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar