Bupati Klaten Kunjungi Warga Girpasang - klakon.com

HEADLINE:

Kamis, 28 Februari 2019

Bupati Klaten Kunjungi Warga Girpasang

KLAKON.com – Rasa bahagia 35 warga dukuh Gir Pasang, Tegal Mulya, Kemalang, Klaten tak dapat disembunyikan.  Rasa bahagia itu tidak saja disebabkan dikunjungi orang nomor satu di Kabupaten Klaten (Rabu, 27/02/19), tapi rasa senang itu semakin lengkap karena Bupati Sri Mulyani berkenan mengundang warga terpencil di kaki Gunung Merapi itu bersilaturakhim di acara Ngopi Merapi Bersama Bupati yang biasa digelar di Pendopo Agung Rumah Dinas Bupati Klaten.
“Saya nanti akan mengundang warga Girpasang untuk berkunjung ke Rumah Dinas Bupati di acara Ngopi Merapi Bersama Bupati.  Nanti waktunya disiapkan agar warga Girpasang bisa piknik dan rekreasi ke Kota Klaten.  Kita pantas banyak bersyukur dengan belajar dari kunjungan ke Gir Pasang, Tegal Mulya, Kemalang” kata Bupati Klaten Sri Mulyani.
Warga Girpasang terlihat sumringah dikunjungi Bupati Klaten Sri Mulyani. Kegembiraan itu terasa lengkap, karena Bupati Klaten Sri Mulyani berkenan mengundang warga Girpasang untuk hadir di acara Ngopi Merapi Bersama Bupati sambil rekreasi menikmati Kota Klaten.
“Kami sangat senang Ibu Bupati Klaten Sri Mulyani berkenan mengundang warga Girpasang, Kemalang di acara di Kabupaten. Kami juga mengucapkan terima kasih Bupati Klaten banyak memberikan bantuan” ujar Yosorejo selaku Ketua RT 07/02 Girpasang  mewakili 35 warga setempat.
Setelah menempuh selama 1 jam naik turun jurang melalui jalan setapak, tepat jam 13.00 Bupati Klaten Sri Mulyani bersama rombongan yang dipandu relawan sampai di titik dukuh terpencil di Girpasang, Tegalmulya. Sambil menikmati kacang rebus, pisang rebus dan singkong goreng, Bupati Klaten dimohonkan bisa membuatkan jembatan gantung untuk mempermudah mobilitas warga setempat selain bantuan ternak kambing dan sapi.
Menanggapi permintaan warga, Bupati Klaten Sri Mulyani akan mengusahakan bantuan ternak.  Terkait jembatan gantung, Pemkab Klaten akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi mengingat biayanya yang besar 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar