Tradisi Wiwit Tandai Panen Raya Perdana Padi Program Agro Teckno Park - klakon.com

HEADLINE:

Sabtu, 23 Maret 2019

Tradisi Wiwit Tandai Panen Raya Perdana Padi Program Agro Teckno Park

KLAKON.com - Bupati Klaten Hj Sri Mulyani didampingi Kepala Deputi Tehnologi Energi Nuklir Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) RI, Suryantoro,  Direktur Food and Agriculture Organization (FAO) atau Badan Pangan Dunia yang bernaung di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Mr Qu Liang  dan  Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Batan, Totti Tjiptosumirat, Kamis, 21 Maret 2019 menggelar tradisi wiwit sekaligus melakukan panen raya padi perdana di lahan padi yang dikembangkan melalui Agro Teckno Park di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas.

 
Setiba dilokasi Bupati Klaten Hj Sri Mulyani didampingi jajaran Batan, Forkompinda dan pejabat setempat menyempatkan diri mengelilingi bentangan lahan padi yang siap panen sambil mengendarai kereta kelinci yang sudah siapkan,
Setelah itu Bupati Klaten Hj Sri Mulyani bersama rombongan melakukan tradisi “ngguwaki” sebelum panen padi berupa menyebar  aneka makanan ke sawah.  Setelah itu Bupati Hj Sri Mulyani dan rombongan melakukan panen raya. Kemudian Bupati didampingi dari jajaran Batan dan FAO selaku Badan Pangan Dunia melakukan wiwit. Pada acara wiwit Bupati Hj Sri Mulyani membagikan makanan lengkap berupa nasi dan lauk pauk untuk dibagikan kepada anak-anak sekolah yang mengikuti acara wiwit.

Dalam sambutannya, Bupati Klaten Hj Sri Mulyani mengatakan, atas nama Pemkab Klaten  mengucapkan terima kasih kepada jajaran Batan yang telah mendampingi dalam pengembangan Agro Teckno Park di Klaten.  Khusus varietas Rojolele yang kini umur bisa lebih pendek yakni 110 hari dan tinggi batang 110 cm bisa dikawal sebagai produk unggulan Kabupaten Klaten. 
Ke depan beras Rojolele akan dibangun sentra beras di daerah Delanggu sehingga masyarakat luas bisa menikmati beras yang pulen, enak dan wangi hasil pemuliaan Batam.  

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani juga memastikan kalau produkfitas padi  Klaten sangat bagus bahkan surplus. Hasil panen padi di Klaten tahun 2018 tercatat ada 431 ribu ton.  Cadangan padi yang tersimpan ada 256 ribu ton sedangkan tingkat kebutuhan masyarakat   125 ribu ton.  Sehingga bisa dipastikan tahun 2018 produktifitas beras Klaten surplus 131 ribu ton.

Salah seorang   petani yang bergabung dalam kelompok tani Ngudi Utomo yang tinggal di Karangasem, Cawas, Klaten, Slamet mengatakan, hampir selama tiga tahun Batan memberikan bibit padi varietas Bestari dan kedelai kepada petani.  Selain membantu bibit padi, Batan juga membantu petani  dalam sekolah lapangan langsung mengamati tanaman sehingga akhirnya dapat panen maksimal. 

Kepala  Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten, Sunarno SH dalam laporannya mengatakan, Agro Techno Park atau ATP yang ada di Kabupaten Klaten ini merupakan Collaborating Center  pertanian terpadu dengan berbasis keunggulan potensi lokal dan di Indonesia ada di 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Klaten, Polewalimandar dan Musirawas. Aplikasi Iptek Nuklir dengan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengembangan Pertanian Terpadu Kabupaten Klaten yaitu dengan pembentukan Kawasan ATP.

Dikatakan, kegiatan pengembangan padi dengan ATP di Klaten ini dimulai pada tahun 2015 dan saat ini memasuki tahun kelima atau tahun terakhir dari program kegiatan ATP   di Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Program ATP  berbasis keunggulan potensi lokal yaitu Padi, Kedelai dan Penggemukan Ternak Sapi sebagai plasma ATP dan di Balai Benih Tanaman yang berada di Humo sebagai inti  ATP. Program ATP sangat membantu Klaten dalam rangka swasembada beras dan sebagai penyangga pangan Provinsi Jawa Tengah. (Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar