Bupati Klaten Menyerukan Pentingnya Merajut Kerukunan Dalam Peringatan Hari Kartini - klakon.com

HEADLINE:

Minggu, 21 April 2019

Bupati Klaten Menyerukan Pentingnya Merajut Kerukunan Dalam Peringatan Hari Kartini

KLAKON.com- Upacara Peringatan Hari Kartini Ke-140 tahun 2019 Tingkat Kabupaten Klaten berlangsung khitmat di Taman Lampion Klaten (Sabtu, 20/04). Didaulat sebagai pembina upacara, Bupati Klaten Sri Mulyani mengingatkan seluruh warga bangsa, khususnya masyarakat Klaten untuk kembali merajut kerukunan pasca pemilu serentak 17 April lalu.

“Alhamdulillah pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019 berjalan lancar dan aman di wilayah Kabupaten Klaten.  Pasca pemilu ini warga Klaten harus merajut kerukunan.  Tidak ada lagi pendukung pasangan 01 atau 02, semua adalah satu bangsa dan satu negara, yakni Indonesia” kata Sri Mulyani.

Dihadapan hampir 800 peserta upacara baik jajaran Forkompinda, pejabat, ASN dan pelajar, Bupati Klaten Sri Mulyani mengajak Kartini-Kartini Klaten tidak kehilangan kodrat sebagai wanita untuk merawat anak dan keluarga. Para wanita juga harus pandai berbakti kepada suaminya sebagai bagian menerapkan nilai-nilai perjuangan Kartini di masa kini.

Pelaksanaan upacara Peringatan Hari Kartini Ke-140 tahun 2019 Tingkat Kabupaten Klaten untuk kali pertama dilaksanakan di Taman Lampion.  Upacara yang semulanya akan dilaksanakan di alun-Alun Klaten, karena pertimbangan banyak pelajar sekolah yang akan menghadapi ujian sekolah, menjadi pertimbangan panitia Hari Kartini menggeser tempat upacara di Taman Lampion.

“Panitia mengundang 1.200 orang untuk menjadi peserta upacara.  Sebetulnya panitia akan mengundang 2.000 peserta terutama pelajar dan upacara yang semula akan digelar di Alun-Alun Klaten. Tapi karena banyak pelajar yang akan menghadapi ujian nasional, maka tempat upacara Hari Kartini tahun ini digeser di Taman Lampion Klaten” kata Poniran Daniswara protokol Bagian Humas Setda Klaten (Sabtu,20/04).

Pelaksanaan upacara Peringatan Hari Kartini Ke-140 tahun 2019 Tingkat Kabupaten Klaten dilaksanakan di Taman Lampion Klaten.  Upacara kali ini menggunakan aba-aba Bahasa Jawa.  Tidak saja itu, seluruh peserta upacara dan tamu undangan juga diwajibkan menggenakan busana Jawa berupa kebaya dan  kejawen jangkep gaya Surakarta .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar