Bupati Klaten Serukan Perdamaian Dalam Gerakan Subuh Berjamaah - klakon.com

HEADLINE:

Selasa, 23 April 2019

Bupati Klaten Serukan Perdamaian Dalam Gerakan Subuh Berjamaah

KLAKON.com – Pesan perdamaian berangkat dari Masjid Al Aqsa Klaten. Bupati Klaten Sri Mulyani di acara Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Al Aqsa Klaten (Ahad, 20/04) mengirimkan pesan perdamaiaan pasca pemilu 2019 dengan seruan  merajut kerukunan untuk seluruh anak bangsa khususnya warga Klaten.

“Pemilu serentak 2019 secara umum berjalan aman dan damai.  Setelah pesta demokrasi ini masyarakat harus rukun kembali tidak ada lagi kubu 01 dan tidak ada juga kubu 02.  Yang ada sekarang adalah kubu 03 yakni kubu persatuan Indonesia” kata Bupati Klaten Sri Mulyani.

Dihadapan ratusan jamaah Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Al Aqsa Klaten yang terdiri dari Forkompinda, pejabat, ASN dan masyarakat sekitar Bupati Klaten Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk kembali bersatu dan bekerja sama.  Tak lupa orang nomor satu di Kabupaten Klaten itu juga mengapresiasi kerja aparat keamanan baik TNI, Polri dan keamanan sipil termasuk penyelenggara pemilu yang telah bekerja keras menyukseskan jalannya pemilu 2019.

Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Al Aqsa Klaten yang dilaksanakan sebulan sekali menghadirkan penceramah dari Jakarta Ustad Arif Lukman El Hakim yang mengupas masalah mulkiyah atau kekuasaan.

“Mulkiyah menjadi salah satu nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia.  Hanya sejarah mencatat, nafsu kekuasaan yang tidak dituntun kebenaran akan bersifat kejam.   Bahkan tidak jarang menghancurkan nilai persaudaraan.  Ken Arok tega membunuh Tunggul Ametung untuk merebut kekuasaan dan menikahi Ken Dedes.  Sang anak Anusapati yang diliputi nafsu balas dendam akhirnya membunuh Ken Arok” kata Arif Lukman El Hakim.

Tapi kata Arif Lukman El Hakim di Indonesia ada mekanisme yang disepakati dengan pemilihan umum. Ada 800.000 TPS tersebar di tanah yang menghabiskan 24 trilyun anggaran negara dan jutaan panitia pemilu. Indonesia harus dijaga jangan sampai negeri ini pecah karena perebutan kekuasaan seperti di Syuriah atau Afghanistan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar