Rakor Menanggulangi Virus Corona di Klaten Bupati Bersama Tokoh Agama Simpulkan Sholat Jum'at Bisa Berjamaah di Masjid Sesuai SOP - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 20 Maret 2020

Rakor Menanggulangi Virus Corona di Klaten Bupati Bersama Tokoh Agama Simpulkan Sholat Jum'at Bisa Berjamaah di Masjid Sesuai SOP



KLAKON.com - Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, Kamis sore, 19 Maret 2020 memimpin rapat koordinasi (Rakor) pengendalian penyakit virus corona atau covid 19 bersama tokoh agama dari berbagai organisasi keagamaan yang diadakan di ruang B1 Setda Klaten. 
Ada beberapa keputusan yang diambil dalam rakor tersebut antara lain Sholat Jumat bagi umat Islam di Klaten disepakati tetap dilaksanakan, namun jamaah membawa perangkat salat sendiri dan di masjid disediakan sarana cuci tangan pakai sabun.  

Rakor selain dihadiri oleh Bupati juga dihadiri Dandim 0723 Klaten, Kapolres Klaten, Sekda, Ketua Gugus Tugas (Gugas) Pengendalian Penyakit (PP) Covid 19 Kabupaten Klaten, dr Ronny R, MKes. Juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten, Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Klaten, Perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Takmir Masjid Al Aqso, Majelis Tafsir Al Quran (MTA) Klaten dan para tokoh agama lainnya.  

Pada rakor tersebut Bupati Sri Mulyani menyampaikan, selain Sholat Jumat yang tetap dilaksanakan dengan beberapa ketentuan seperti jamaah membawa alas salat sendiri dan disediakan cuci tangan pakai sabun, juga untuk sosialisasi, antisipasi dan pencegaahan covid 19 menggunakan mobil Matur Dokter Dinkes Klaten.  

Dikatakan, penyemprotan disinfektan akan dimaksimalkan. Dan bagi yang membutuhkan dapat menghubungi call center tentunya nanti akan dikoordinasikan dengan Gugas Covid 19 karena juga untuk disinfektan ini terbatas. "Masyarakat diimbau menghindari kumpul-kumpul dan kerumunan maksimal 60 orang namun juga harus memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan. Kemudian juga dengan catatan harus disediakan sarana cuci tangan pakai sabun maupun juga menggunakan hand sanitizer, " tandas Sri Mulyani. 

Lebih lanjut, Bupati menegaskan, tokoh agama diminta ikut menyosialisasikan langkah-langkah yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Klaten. "Untuk menekan terjadinya penyebar virus covid 19 yang terbaik adalah dengan melakukan social distancing yakni mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung, "tegasnya.

Masih kata Bupati Klaten, acara keagamaan yang lebih bersifat sunah dapat ditunda karena  lebih mengedepankan kesehatan seluruh umat maupun masyarakat. Bahwa pendekatan kepada tokoh-tokoh dan pemuka agama agar terus dilakukan untuk menghindari adanya kesalahpahaman. 

Terkait acara Tawur Agung untuk Umat Hindu sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi,  kata Bupati, sesuai kesepakatan akan tetap dilaksanakan dan peserta Tawur Agung juga akan ditekan seminimal mungkin dengan catatan juga harus mengikuti SOP yang telah ditentukan. "Seluruh peserta rakor berkomitmen mempertahankan untuk Klaten pada garis kuning bahkan menjadi hijau atau aman dari virus corona, " ujarnya. 

Sementara itu, Bupati Sri Mulyani kembali menegaskan, Sholat Jumat berjalan seperti biasa dan juga fatwa MUI bagi yang sakit untuk sementara dapat dilakukan Salat Dzuhur di rumah. Dana siap pakai akan digunakan untuk pembelian logistik.  
Dikatakan, akad nikah di Masjid Agung Al Aqso Klaten diizinkan namun dibatasi maksimal dihadiri 20 orang dan juga untuk peralatan agar disterilkan. FKUB, MUI, dan ormas-ormas Islam ini mendukung langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten guna antisipasi dan pencegahan covid 19. 

Bupati menambahkan, Rumah Sakit Suradji Tirtonegoro Klaten pada saat ini telah menyediakan  12 kamar untuk penanganan penyakit covid 19. Informasi terkini untuk Indonesia  yang positif terjangkit covid 19 adalah 309 dan yang meninggal dunia 25 orang dan semoga di Kabupaten Klaten tetap aman dari penyakit covid 19. (**Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar