BT Nekat Tembak Teman Sendiri Yang Bocorkan Kasusnya Pada Petugas - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 03 April 2020

BT Nekat Tembak Teman Sendiri Yang Bocorkan Kasusnya Pada Petugas

KLAKON.com – Akibat termakan omongan teman bahwa tertangkap dan hingga dirinya masuk bui. BT (27) Warga Desa Bendan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, nekat menghadiahi timah panas teman sendiri SR alias Gomet (24) warga Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Klaten,  dengan senjata api jenis revolver. 

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Kamis (2/4/2020) menyampaikan, kasus penembakan tersebut bermula saat tersangka BT mengaku dendam dengan Korban SR.

Kasat Reskrim, mengatakan, pada malam (7/12/2019) antara BT dan HS (22) mereka berdua acara minum-minuman keras hingga pagi hari. Awalnya BT diberitahu temannya HS alias Solopok, warga Manisrenggo bahwa yang menyebabkan BT masuk penjara karena dijebak oleh Gomet. 

Imbas dari termakan kisah cerita HS selanjutnya tanpa mengingat waktu BT serta merta mengajak HS menemui SR di rumahnya pada pagi hari pukul 05.00 WIB. Saat itu, BT yang dalam kondisi mabuk sudah menyelipkan senjata api pistol revolver di pinggangnya. 

Kemudian, saat bertemu SR yang baru saja dibangunkan dari tidurnya, BT mengarahkan pistol ke arah korban di depan pintu berjarak 1 meter. Selanjutnya tanpa kata-kata BT langsung menembakkan pistol ke arah korban SR. Akhirnya, korban SR terjatuh di lantai sembari berteriak minta tolong. Setelah itu, BT dan HS tancap gas dan meninggalkan lokasi kejadian.

“Tembakan itu terlebih dahulu mengenai pintu hingga tembus dan mengenai leher bagian kanan korban. Awalnya, korban sempat menjalani perawatan secara  intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten selama satu pekan dengan kondisi belum bisa diajak berkomunikasi. "

Lebih lanjut, kata Kasat Reskrim, kedua pria yang melakukan aksi penembakan terhadap temannya itu sempat ingin melarikan diri ke Sumatra Utara (Sumut) pada 12 Desember 2019, beberapa hari setelah kejadian penembakan. 
Sesaat setelah naik kapal akan menyeberang di pelabuhan Merak-Bakauheni, keduanya ditangkap tim Sat Reskrim Polres Klaten yang melakukan pengejaran. 

“Akibat perbuatan penganiayaan yang menjadikan luka berat, kedua tersangka dijerat Pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,”kata Kasat Reskrim Adriansyah. 

Ditambahkan, tersangka BT dikenal sebagai residivis kasus narkoba dan sudah pernah menjalani masa hukuman selama 10 bulan pada tahun 2018.
Tersangka BT memperoleh senjata api jenis revolver itu dengan cara membeli melalui online. Harganya Rp 3,5 juta lengkap dengan empat peluru. Sebelum ditangkap, tersangka BT sudah membuang pistolnya ke laut terlebih dulu.

“Barang bukti yang kami sita dari tangan tersangka, seperti satu butir peluru sepanjang 2,5 cm, sepeda motor Vario warna putih, satu potong jaket, satu potong celana jeans dan satu buah helm,” pungkasnya. (Boen)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar