Pandemi Covid-19 Puluhan Ribu KK di Klaten Akan Menerima JPS Dari Pemerintah - klakon.com

HEADLINE:

Kamis, 23 April 2020

Pandemi Covid-19 Puluhan Ribu KK di Klaten Akan Menerima JPS Dari Pemerintah


KLAKON.com - Imbas dari pandemi Covid-19 sedikitnya 85.802 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Klaten akan menerima Jaring Pengaman Sosial (JPS). Warga yang akan menerima JPS akibat wabah covid-19 adalah warga yang belum mendapat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bansos lainnya. Demikian salah satu resume Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Corona atau Covid 19 Kabupaten Klaten yang diadakan di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa, (21/4/2020). 

Rakor dipimpin Ketua Gugus Tugas  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Corona Kabupaten Klaten, Hj Sri Mulyani, Wakil Ketua I Komandan Kodim 0723 Klaten Letkol Kavaleri Minarso dan Wakil Ketua II Kapolres Klaten, AKBP AKBP Wiyono Eko Prasetyo SIK MIK dan Wakil Ketua IV Kepala Kejaksaan Negeri Klaten Edi Utama, SH,MH. Juga dihadiri Sekda Klaten Drs H Jaka Sawaldi MM, Koordinator Lima Wilayah Eks Pembantu Bupati Klaten Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Corona atau Covid 19 Kabupaten Klaten, dr Ronny Roekmito MKes dan jajaran pejabat Pemkab Klaten. Selain itu juga dihadiri perwakilan rumah sakit yang menjadi rujukan pasien covid-19 serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten.  

Koordinator Lima Wilayah Eks Pembantu Bupati Klaten Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Corona atau Covid 19 Kabupaten Klaten, dr Ronny Roekmito MKes yang membacakan resume hasil rakor mengatakan, dana untuk penanganan dan pencegahan virus corona di Klaten mencapai Rp 81 miliar yang nantinya akan digunakan pembelian Alat Pelindung Diri (APD), pengadaan sembako dan untuk JPS. Warga yang akan mendapatkan program bantuan ini korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pemudik yang tidak punya pekerjaan, tukang becak dan pelaku pariwisata dan komponen lain yang terdampak virus corona. 

Lebih lanjut, kata dr Ronny Roekmito, jika terjadi kontingensi pasien akibat virus corona, maka disiapkan 5 rumah sakit rujukan masing-masing RSUP dr Soeradji Tirtonegoro, RSJD dr Soedjarwadi, RSUD Bagas Waras, RSI Klaten dan PKU Muhammadiyah Delanggu dengan kapasitas 300  bed tempat tidur.  Untuk itu diperlukan kesiapan rumah sakit rujukan baik Sumber Daya Manusia (SDM), APD dan ekstra fooding bagi tenaga medis. 

Rakor juga membahas kemungkinan penularan virus corona yang diakibatkan dari cluster Gowa atau jamaah yang ikut tabligh akbar di Gowa, Sulawesi Selatan. "Untuk itu membutuhkan kewaspadaan baik gugus tugas kabupaten, kecamatan, desa dan gugus tugas RT dan RW, " urainya. 

Untuk mencegah penularan virus corona di Klaten, masih kata dr Ronny, Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Corona atau Covid 19 Kabupaten Klaten juga merekomendasikan agar gugus tugas tingkat desa dimaksimalkan. Kemudian agar gugus tugas desa, RT dan RW terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan pencegahan virus corona kepada masyarakat seperti  social distancing, pakai masker, sering cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir. (**Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar