35.707 Bansos Tahap II di Eks Kawedanan Jatinom di Serahkan Bupati - klakon.com

HEADLINE:

Sabtu, 04 Juli 2020

35.707 Bansos Tahap II di Eks Kawedanan Jatinom di Serahkan Bupati



KLAKON.com - Sebanyak 35.707 atau sekitar 49,69 % Kepala Keluarga (KK) di wilayah eks Kawedanan Jatinom yang meliputi Kecamatan Karanganom, Jatinom, Polanharjo dan Kecamatan Tulung telah menerima bantuan sosial (bansos) sebagai dampak virus corona atau covid-19. Jumlah KK di eks Kawedanan Jatinom sebanyak 71.852 KK dan yang belum atau tidak menerima bansos  mencapai 36.145 KK karena mereka bekerja sebagai ASN, TNI/Polri, perangkat desa, pensiunan maupun warga yang mampu. 
Demikian dikatakan Bupati Klaten Sri Mulyani saat memberikan pengarahan pada penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) berupa bansos sembako tahap II dari APBD Kabupaten Klaten di Gedung Serbaguna Desa Puluhan, Kecamatan Jatinom, Jumat, 3 Juli 2020. 

Selain menyerahkan bansos sembako tahap II di Jatinom, Bupati juga menyerahkan bansos sembako tahap II di Kecamatan Tulung, Karanganom dan Kecamatan Polanharjo. 

Data yang dihimpun Tim Liputan Bagian Humas Pemkab Klaten dari data yang dibacakan Bupati Sri Mulyani saat menyalurkan bansos sembako secara simbolis di wilayah  eks Kawedanan Jatinom menyebutkan, di Kecamatan Jatinom ada 21.156 KK dan  yang menerima bansos 10.141 KK, di Kecamatan Tulung  ada 18.967 KK dan yang menerima bansos 9.341 KK, di Kecamatan Karanganom ada 16.578 KK dan yang menerima bansos 8.845 KK dan di Kecamatan Polanharjo ada 15.151 KK dan yang menerima bansos sebanyak 7.380 KK. 

Sedangkan desa yang dikunjungi Bupati untuk menyerahkan secara simbolis bansos sembako tahap II yakni di Desa Puluhan, Kecamatan Jatinom warga yang menerima bantuan ada 118 KK, Desa Dalangan, Kecamatan Tulung  83 KK. Kemudian Desa Jeblog  30 KK dan di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo sebanyak 92 KK.
  
Dalam sambutannya di Desa Puluhan, Kecamatan Jatinom, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, anggaran untuk penanganan covid-19 di Kabupaten Klaten sebesar Rp220 miliar yang digunakan untuk penanganan kesehatan seperti pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan kesehatan lainnya, juga untuk pemulihan bidang ekonomi seperti pemberian bansos untuk warga yang terdampak virus corona. 

Pemberian bantuan tersebut sebagai wujud pemerintah hadir bersama masyarakat untuk menangani dampak virus corona. 
Dikatakan, setelah pemerintah hadir membantu warga yang terdampak virus corona, maka tugas dan kewajiban warga untuk mentaati protokol kesehatan sehingga Klaten segera menuju zero atau nol virus corona. Sehingga warga segera dapat menuju new normal atau pola kehidupan baru dan warga dapat produktif kembali meskipun tetap dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan membiasakan cuci tangan pakai sabun. 

Mulai 1 Juli 2020, kata Bupati Klaten Sri Mulyani, Pemkab Klaten bersama Kodim 0723 Klaten dan Polres Klaten menerapkan sanksi KTP disita jika warga ke luar rumah tidak memakai masker. Sanksinya masih ringan, berupa KTP disita, namun jika nanti setelah dievaluasi warga masih banyak yang tidak disiplin memakai masker maka sanksinya bisa dibuat lebih berat lagi. 

Bupati menegaskan, sesuai arahan Presiden RI, Ir H Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, Pemkab Klaten bersama kabupaten/kota di Jawa Tengah tidak akan buru-buru menerapkan new normal. Maka dari itu diharapkan warga agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, sehingga tidak ada penularan lagi virus corona di Klaten dan pasien yang masih sakit segera sembuh semuanya. (**Boen) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar