Kompak, Pasutri Embat Motor Untuk Biaya Hidup - klakon.com

HEADLINE:

Sabtu, 04 Juli 2020

Kompak, Pasutri Embat Motor Untuk Biaya Hidup

KLAKON.com – Jajaran Satreskrim Polres Klaten berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan, curanmor dengan mengamankan dua tersangka pasangan suami dan istri (Pasutri) FS (35) dan RP (24). 

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Ardyansah Rithas Hasibuan menyampaikan, dalam modus operandinya pelaku dengan menggunakan kunci letter Y yang telah dipersiapkan kemudian dimasukkan kedalam lubang kunci kontak motor. setelah masuk lalu kunci kontak motor dirusak dengan cara memutar kunci letter Y hingga kunci kontak asli bisa hidup.

Dalam melakukan aksinya Pasutri FS dan RP kompak saling berbagi tugas. RP mengamati situasi sementara FS suaminya melakukan eksekusi dengan menggunakan kunci leter Y tersebut. Bahkan,  kadang aksinya dengan membawa anaknya yang masih kecil untuk mengelabuhi dan menyamarkan aksinya, biar tidak ketahuan. 

"Pasutri ini kompak dalam menjalankan aksi curanmor. Bahkan kadang melibatkan anaknya yang masih kecil untuk mengelabuhi dan mengecoh calon kurban, "kata Kasatreskrim. 

Dari pengakuan pelaku tindak pidana pencurian tersebut sudah di rencanakan sebelumnya. Mereka  berangkat dari rumah kontrakan di Ceper menuju ke joglo tumiyono di Dk. Pilangsari, Ds. Ngerangan, Bayat, Katen,  karena sedang ada pagelaran wayang kulit.  

Setibanya ditempat tersebut pelaku kemudian melihat situasi dan mencari sasaran motor yang akan diambil. Pada pukul 24.00 wib pelaku melihat 1 (satu) unit spm honda supra x nopol ad 2923 ac tahun  2002 terparkir dipinggir jalan yang tidak jauh dari lokasi pertunjukan. 

Tanpa berpikir panjang pelaku FS langsung turun dari motor, tugas istrinya RP memantau situasi.  Setelah situasi dikabarkan aman oleh RP, FS kemudian mendekati motor sasaran dan melakukan pencurian. 

Menurut pengakuannya, mereka mencuri karena terpaksa untuk mencukupi kebutuhan hidup dan membayar uang kontrakan. Sela ma ini mereka telah mencuri motor sebanyak 10 kali.
“sudah sepuluh kali saya curi motor. Hasil penjualannya saya gunakan untuk biaya hidup dan membayar kontrakan,"ujarnya.

Atas perbuatannya tersangka FS dan RP diancam pasal 363 kuhp dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 7 tahun.

Berikut barang bukti yang berhadil diamankan petugas, 1 (satu) buah kunci leter y yang terbuat dari besi. 1 (satu) unit spm merk Honda Supra-x/nf 100D, tahun 2002 warna hitam,  berkut1 (satu) buah BPKB dan STNK. (Boen)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar