Pemkab Klaten Dapat Bantuan Paket Jogo Tonggo Kit Senilai Rp 3 Miliar Dari DPRD Jateng - klakon.com

HEADLINE:

Sabtu, 11 Juli 2020

Pemkab Klaten Dapat Bantuan Paket Jogo Tonggo Kit Senilai Rp 3 Miliar Dari DPRD Jateng


KLAKON.com -- Sebanyak 401 desa dan kelurahan di Kabupaten Klaten menerima paket Jogo Tonggo Kit. Penyerahan dilakukan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Dapil 7 kepada Bupati Klaten Sri Mulyani, di Pendopo Pemkab Klaten, Jumat (10/7/2020).

Pimpinan Rombongan DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri, berharap paket Jogo Tonggo Kit dapat mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid- 19 di Kabupaten Klaten.
“Pada kesempatan hari ini untuk membagikan Jogo Tonggo Kit yang kita anggarkan di Provinsi Jawa Tengah dimana setiap desa mendapatkan satu Jogo Tonggo Kit, "kata Wakil Ketua DPRD Jateng.

Dikatakan, dalam satu paket Jogo Tonggo Kit diantaranya berupa tas berisi masker kain 1000 pcs, baju Alat Pelindung Diri (APD) 10 set, Thermogun 1 Pcs, dan sepatu boot 10 pasang, sarung tangan 10 pasang, spryer 1 Pcs, hand sanitizer 50 liter, dan desinfektan 30 liter.

Penyerahan bantuan secara simbolik dilakukan oleh Anggota DPRD Jateng kepada Bupati Klaten Sri Mulyani dan perwakilan dari Kepala Desa di Kabupaten Klaten, Jumat pagi. Jogo Tonggo Kit tersebut kemudian akan didistribusikan kepada 391 desa dan 10 kelurahan di 26 kecamatan.

Bupati Klaten Sri Mulyani mengucapkan terimakasih kepada DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan dukungan dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Klaten.

Dalam hal ini Bupati turut melaporkan situasi terkini Covid-19 di Kabupaten Klaten pada Anggota DPRD Jateng yang hadir tersebut.
“Pasien positif virus Corona di Kabupaten Klaten. Angka kumulatif sampai hari ini ada 67 orang Alhamdulillah dinyatakan negatif atau sembuh virus Corona ada 47 orang. Dan yang meninggal ada 4 orang, sisanya 16 masih dirawat di rumah sakit” jelas Sri Mulyani yang juga ketua gugus tugas Covid-19 Klaten.

Selain itu, ditangan Bupati Sri Mulyani, peran gugus tugas tingkat desa maupun RW dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 semakin aktif dan diperkuat. Sehingga koordinasi dari RT, RW sampai tingkat kabupaten dapat berjalan baik, sosialisasi maupun edukasi protokol kesehatan dapat menjangkau masyarakat di desa-desa. Dalam mendisiplinkan pemakaian masker, Klaten menerapkan inovasi berupa tilang masker dengan sanksi berupa pengamanan KTP yang telah diterapkan sejak 1 Juli 2020.

Inovasi Tilang Masker
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri mengapresiasi inovasi tilang masker dengan sanksi pengamanan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Langkah tersebut merupakan inovasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (PP) Covid-19 Klaten dalam upayanya mendisiplinkan masyarakat Kabupaten Klaten untuk memakai masker.

Dikatakannya, dimasa pandemi ini inovasi-inovasi pemerintah daerah diperlukan untuk menekan jumlah kasus Covid-19.
“Dalam kondisi seperti pandemi saat ini perlu adanya inovasi, dimana targetnya adalah memperkecil kasus maupun korban Covid-19. Itu inovasi yang dilakukan Bupati Klaten menurut saya bagus. Supaya warga itu lebih disiplin terkait dengan protokol kesehatan” terang Quatly saat melakukan penyerahan Jogo Tonggo Kit di Pendopo Pemkab Klaten, Jumat (10/7/2020). 

Pihaknya menjelaskan bahwa penerapan sanksi berupa pengamanan KTP tersebut tak lain merupakan upaya untuk melindungi masyarakat dari Covid- 19. Dengan cara mendisiplinkan pemakaian masker maupun penerapan protokol kesehatan pada masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Jateng tersebut menambahkan, harapannya dengan adanya penerapan sanksi pengamanan KTP tersebut dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat agar semakin disiplin mencegah penularan Covid- 19.
Terlebih, imbuh Quatly, sanksi yang diberikan Gugus Tugas PP Covid-19 Klaten tidak dengan denda uang. Sehingga tidak menyusahkan masyarakat.

Sementara itu Ketua Gugus Tugas PP Covid-19 Klaten Sri Mulyani menjelaskan bahwa kebijakan sanksi berupa pengamanan KTP bagi masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah sudah diterapkan sejak Rabu, 1 Juli 2020.
“Kami mempunyai kebijakan seluruh warga masyarakat Kabupaten Klaten ataupun yang masuk di wilayah Kabupaten Klaten apabila ditemukan oleh petugas tidak menggunakan masker, maka KTP akan kami sita, nanti bisa diambil di Kantor Satpol PP dan memakai masker” terang Sri Mulyani yang juga Bupati Kabupaten Klaten.

Bupati menyebutkan bahwa pada hari pertama kebijakan tersebut diterapkan (1/7/2020), dirinya secara langsung memimpin razia masker di Simpang Bramen, Klaten. Dengan kondisi lalu lintas yang ramai, selama kurang lebih satu setengah jam hanya terjaring sebanyak 37 KTP. Begitu pula dengan razia di Pasar Pedan menjaring sebanyak 17 orang yang tak memakai masker.

Bupati mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat Kabupaten Klaten dalam memakai masker cukup tinggi. Upaya patroli dalam rangka mendisiplinkan masyarakat maupun pelaku usaha di Kabupaten Klaten terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, guna mengurangi kasus Covid-19 di Kabupaten Klaten. (**Boen) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar