Hari AIDS Sedunia ; Memprihatinkan, Seribu Warga Klaten Terpapar HIV/AIDS, 109 Orang Meninggal - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 04 Desember 2020

Hari AIDS Sedunia ; Memprihatinkan, Seribu Warga Klaten Terpapar HIV/AIDS, 109 Orang Meninggal



KLAKON.com -- Sebanyak seribu warga Kabupaten Klaten dinyatakan positif  terpapar virus  human immunodeficiency virus (HIV) / acquired immune deficiency syndrom (AIDS) yang terdiri dari 537 terinveksi HIV dan 463 sudah tertular AIDS. Dari seribuan warga Klaten yang terpapar HIV / AIDS sebanyak 109 warga meninggal dunia. 
Demikian dikatakan Koordinator Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten, Fauzi Rifai, SE pada acara dialog interaktif dalam rangka peringaran Hari AIDS Sedunia di RSPD Klaten, Selasa, 1 Desember 2020.

Dialog interaktif yang dipandu reporter senior RSPD Klaten, Ahmad Paidi Aji tersebut juga menghadirkan narasumber Pengelola Logistik KPA Kabupaten Klaten, Sutarmi, AMd. 

Lebih lanjut Fauzi Rifai mengatakan, data seribu warga Klaten yang tertular HIV / AIDS merupakan data akumulasi dari tahun 2007 sampai September 2020. Dari data tersebut 66% merupakan laki-laki dan 44% merupakan pendeita perempuan dan 26 kecamatan di Klaten ada warganya yang terkena HIV/AIDS sehingga diharapkan menjadi kewaspadaan semua pihak. 
Fauzi Rifai menjelaskan, HIV/AIDS merupakan penyakit yang timbul karena daya tahan tubuh memburuk karena adanya HIV di dalam tubuh. HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS, sedangkan AIDS adalah tahap akhir dari orang yang terinfeksi HIV. 

Dikatakan, Penularannya saat ini lebih banyak memalui hubungan beresiko tinggi atau sex bebas. Beberapa cairan pembawa HIV anatara lain darah, cairan mani vagina dan ASI. Air liur dan gigitan nyamuk tidak menularkan VIV / AIDS. 

Fauzi Rifai mengungkapkan, transfusi darah bisa menularkan HIV / AIDS,  akan tetapi saat ini PMI sudah menerapkan standart yang tinggi dan aman, sehingga darah yang masuk PMI aman dari HIV. Apabila ada darah yang terkontaminasi HIV maka darah tersebut akan segera dimusnahkan.
Cara penanganan jenazah yang terpapar HIV / AIDS, kata Fauzi, juga mirip dengan jenazah yang terpapar virus corona. Misalnya, petugas pemulasaran jenasah memakai masker, memakai sarung tangan, pakai kacamata google dan saat dimandikan jenasah tidak dipangku serta setelah dimandikan segera dimakamkan karena jenazah yang terkena HIV /AIDS cepat membusuk.  

Pengelola Logistik KPA Kabupaten Klaten, Sutarmi, AMd menambahkan, tanda-tanda orang terkena HIV tampak biasa saja, hampir tidak diketahui orang tersebut terkena HIV. Namun jika virus HIV tersebut menjadi AIDS maka gejalannya tampak seperti diare berkepanjangan, sakit tenggorokan akut, gatal-gatal di kulit sekujur tubuh bahkan kulit bisa gosong dan mulut penuh sariawan. 

Sutarmi menambahkan, untuk mencegah penularan HIV / AIDS di Kabupaten Klaten maka KPA Klaten sudah melakukan sosialisasi di sekolah dan menggandeng penyuluh agama Kantor Kementerian Agama Klaten. 
Intinya, agar melakukan cek yang sehat dengan pasangannya dan setia dengan pasangannya sehingga tidak tertular HIV / AIDS. (**Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar