Meninggal Saat Latihan, 6 Instruktur PSHT Rayon Palar, Ranting Trucuk Jadi Tersangka - klakon.com

HEADLINE:

Sabtu, 10 April 2021

Meninggal Saat Latihan, 6 Instruktur PSHT Rayon Palar, Ranting Trucuk Jadi Tersangka

KLAKON.com – Jajaran Polres Klaten berhasil melakukan pengungkapan tindak pidana penganiayaan terhadap anak yang menyebabkan kematian yang terjadi di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

Korban adalah MNS (15), seorang pelajar yang beralamat di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten meninggal dunia selepas ikut latihan pencak silat.

Sedang tersangka ada 6 orang. Terdiri dari 3 anak yang masih dibawah umur, dan 3 orang dewasa, yaitu Mah

(18), warga Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, AN (19), warga Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, dan RAP (20), warga Desa Palar, Kecamatan Trucuk.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas Hasibuan saat press conference di Mapolres Klaten, Jumat (9/4/2021), menyampaikan, pada Sabtu (3/4/2021) sekira pukul 19.30 WIB sampai 23.00 WIB, warga dan siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 17 Rayon Palar, Ranting Trucuk, Cabang Klaten melaksanakan latihan rutin yang diikuti oleh 12 siswa dan 8 warga.

Latihan dibuka dengan doa dilanjutkan doweran pemanasan yang diambil oleh pelatih Mahmudi. Kemudian latihan dipimpin oleh Aril. Setelah itu, mereka istirahat pertama sekitar 15 menit. Saat itu, korban tidak merasakan gejala apa-apa.

Pada pukul 23.00 WIB sampai 24.30 WIB dilanjutkan materi senam dasar yang diambil oleh Ridwan Aldi Prasetyo selama 30 menit. Kemudian dilanjutkan oleh Ajik Nugroho dengan memberikan tatihan push up sebanyak 50 kali lebih kepada para siswa termasuk korban. Setelah itu, latihan dipimpin oleh Fendi dan kemudian istirahat.

Pada saat latihan, para pelaku juga memberikan pukulan terhadap korban dengan maksud melatih ketahanan fisik. Kemudian pada pukul 03.00 WIB, saat doa mau pulang, tiba-tiba korban jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

Korban sempat diberikan pertolongan nafas buatan dan dibawa ke RSI Klaten oleh Ridwan, Aris (Ketua Rayon), dan Singgih dengan menggunakan kendaraan bermotor milik Ridwan. Pada pukul 03.15 WIB, korban tiba di UGD RSI Klaten, dan kemudian dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Dan sekitar pukul 03.45 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas Hasibuan menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal setelah adanya laporan dari keluarga korban yang merasa curiga atas kematian MNS yang sedang mengikuti latihan pencak silat. Berdasarkan laporan tersebut, polisi segera melakukan tindakan yang dimulai dari olah TKP, penyidikan, hingga menetapkan 6 tersangka tersebut.

“Berdasarkan pengakuan keluarga, korban sudah mengikuti latihan pencak silat ini selama 6 bulan lalu. Keluarga terkejut, karena MRS yang dalam kondisi tidak sakit, tetapi tiba-tiba malah meninggal dunia selepas mengikuti latihan pencak silat,” jelasnya.

AKP Andryansyah Rithas Hasibuan menyatakan, atas perbuatannya itu, para tersangka diancam Pasal 80 ayat (3) Jo pasal 76 C subsider pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C lebih subsider pasal 80 ayat (1) Jo pasal 76 C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. 

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas, antara lain satu buah toya dari rotan, satu setel pakaian silat warna hitam tertera tulisan PSHT dan Sabuk warna hijau panjang 1 meter. (**Boen) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar