Sakit Hati Karena Investasi Bodong, IN dan AP Sekongkol Tega Bunuh Pansiunan ASN Klaten - klakon.com

HEADLINE:

Jumat, 13 Agustus 2021

Sakit Hati Karena Investasi Bodong, IN dan AP Sekongkol Tega Bunuh Pansiunan ASN Klaten

KLAKON.com -- Misteri penemuan mayat perempuan paruh baya, Jumat (2/7/21) di jalan pedesaan Dk. Banaran, Ds. Sudimoro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten akhirnya diungkap Polres Klaten.

"TKP pembunuhannya di Boyolali, tapi mayat dibuang di Tulung." Ungkap Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo SH SIK MH saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (12/7/21)

Korban yang merupakan pensiunan PNS itu adalah K, 60 tahun warga Ds. Drono, Kec. Ngawen, Klaten. Korban harus kehilangan nyawanya akibat ulah 2 orang teman dekatnya sendiri. Yang lebih miris pembunuhan itu sudah direncanakan. 

Tersangka IN, perempuan 39 tahun mengaku merencanakan pembunuhan terhadap korban karena merasa sakit hati. Korban menurutnya terlalu mencampuri urusan pribadinya dan juga adanya urusan investasi emas bodong. 

"Untuk motifnya ini adalah balas dendam.  Karena merasa ditipu investasi emas bodong."

Untuk menjalankan niatnya IN meminta bantuan AP, laki-laki 30 tahun asal Boyolali. IN menyuruh AP untuk membunuh korban dan apabila berhasil AP akan diberikan sejumlah uang. 

"Tersangka perempuan yang menyuruh dengan iming-iming mengasih uang 5 juta rupiah."

AP pun menyusun rencana pembunuhan. AP menghubungi korban untuk diajak bertemu. Korbanpun bersedia. Pada malam naas itu korban diajak berkeliling mengendarai sepeda motor oleh AP. Hingga di suatu lokasi korban diajak bersetubuh. Selesai bersetubuh, saat korban lengah tersangka AP memukul kepala korban dengan helm kemudian dicekik hingga akhirnya meninggal.

"Itu (tersangka AP) memukul dan melakukan pencekikan. Pertama diajak berhubungan badan. Setelah selesai, lalu dipukul dan dicekik."

Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsidair Pasal 338 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya dua puluh tahun. (**Boen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar